Salah seorang perempuan, tenaga pendidik di perguruan tinggi negeri mengaku mengalami pelecehan seksual verbal oleh rekan kerjanya. Ia pun mengirim surat terbuka ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Ilustrasi pelecehan (Foto: iStock)

Seorang pria bermotor melakukan onani atau masturbasi di depan rumah korban di Petukangan, Jakarta Selatan. Perbuatan asusila pria tak dikenal itu terekam CCTV dan viral di media sosial.

Pelaku melakukan tindak asusila itu di atas motor korban, pada Sabtu (16/10) malam. Sebelumnya korban dikuntit pelaku sejak dari gang mulut rumahnya.

Pelaku lalu onani di jok motor milik korban. Korbannya sendiri adalah seorang mahasiswi berusia 18 tahun. Kejadian itu membuat korban trauma hingga tak berani keluar rumah.

Berikut fakta-fakta pria onani di Jaksel:

1. Korban Dibuntuti Pelaku
Korban menceritakan, malam itu dia baru pulang dari rumah sepupunya. Korban merasa mulai dibuntuti pelaku sejak masuk ke mulut gang rumahnya.

“Pas masuk (menyebut gang di Petukangan), aku baru ngeh ada yang ikutin aku dari belakang. Ada motor selain aku, terus nggak nyalain lampu. Ya aku ngehnya ‘paling ada orang lain di belakang gue’,” ujar korban saat ditemui detikcom di kediamannya, Senin (18/10/2021).

Korban merasa ngeri ketika diikuti. Tanpa pikir panjang, korban tancap gas.

“Aku agak ngebut, agak ngeri soalnya. Aku mikir, ‘oh, ya sudahlah, ini memang jalan umum nggak gue doang yang lewat’,” ujarnya.

Namun, rupanya pelaku ikut berhenti di depan rumahnya. Korban yang ketakutan langsung lari ke dalam rumah tanpa membawa masuk motornya.

2. Pelaku Onani di Jok Motor Korban
Selang 2 menit kemudian, pelaku kemudian pergi. Barulah korban keluar rumah untuk memasukkan motornya dan saat itulah dia menemukan adanya cairan sperma di atas jok motor.

“Jeda 2 menit, ada suara motor dia lagi di depan rumah. Aku keluar kan pengen masukin motor, ternyata bener dia yang balik lagi. Udah agak jauh, aku baru lihat jok motor, ‘ini apa ya?’. Aku nggak ngeh, aku diam dulu, ‘oh ini sperma kali ya’,” ujar korban.

3. Korban Shocked
Korban memanggil ibunya untuk memastikan apakah cairan di atas jok motornya adalah sperma atau minuman yoghurt yang ditumpahkan. Setelah dipastikan orang tua korban, benar saja bahwa cairan itu sperma.

Kemudian, korban juga memfoto sperma pelaku di atas jok motornya itu untuk dikirim ke temannya untuk kembali memastikan. Di situlah korban shocked dan menangis.

“Aku masuk rumah, terus teriak, nangis di situ kaget. Bilang sama ibu, ‘Bu, tolongin lihatin jok aku bener nggak ya ada sperma’. Ternyata benar pas dilihat keluar, udah kayak agak cair gitu,” katanya.

Untuk memastikan hal ini, korban kemudian mencari tahu pelaku ini dari rekaman CCTV milik tetangganya. Dari rekaman CCTV itu korban semakin yakin pelaku melakukan onani.

4. Korban Alami Trauma
Kejadian itu membuat korban trauma. Korban bahkan susah makan dan tidur jika teringat kejadian itu.

“Masih nangis. Sering begadang nangis gitu, nggak bisa tidur. Sampai sekarang belum nafsu makan apa-apa,” tuturnya.

Korban bahkan merasa takut untuk keluar rumah lagi. Korban juga jadi merasa tidak aman meski berada di rumah sendiri.

“Takut buat ke luar rumah. Mana sendirian di rumah, takutnya tuh orang ke sini lagi pas gua sendiri. Tar dia gimana-gimanain gua,” kata korban.

5. Ciri-ciri Pelaku
Sementara itu, korban mengungkap ciri-ciri pelaku. Pelaku mengendarai motor Honda Vario.

“Dia rambutnya ikal se-bahu, agak tipis rambutnya. Orangnya berkulit agak hitam, gendut, matanya agak sipit. Pakai masker,” ujar korban.

6. Korban Belum Berani Lapor Polisi
Korban sempat ingin melapor ke polisi, tapi tidak jadi karena belum berani.

“Aku belum berani. Soalnya mungkin aku ngerasa ada korban yang (mengalami kejadian) lebih parah tapi nggak lapor,” ujar korban.

Selain itu, korban mengaku bingung bagaimana membuat laporan ke polisi. Pasalnya, dia belum pernah melapor ke kantor polisi.

“Aku sempat mau lapor, tapi bingung, lapor pertama kali gimana. Sama ayah sama ibu juga kurang waktu. Jadi belum sempat lapor,” tuturnya.

Sejauh ini menurut korban, belum ada polisi datang yang mengecek ke rumahnya. Korban berharap agar polisi menangkap pelaku.

Editor : ARON
Sumber : detiknews