Ilustrasi bendera Amerika Serikat.

Kasus Corona di Amerika Serikat (AS) menggila lagi hingga mencapai 200 ribu kasus per hari. Ada sejumlah fakta yang terungkap dari peningkatan kasus itu.

Dilansir dari CNN, Selasa (28/12/2021), AS mencatat nyaris 200 ribu kasus Corona dalam sehari dan diprediksi bakal naik hingga 500 ribu kasus Corona dalam sehari.

Berikut sejumlah fakta terkait kasus Corona di AS:

1. Kasus Melonjak Saat Banyak Pelancong Jelang Natal

Jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di AS melonjak saat para pelancong banyak bepergian pada masa liburan Natal. Kasus diperkirakan terus melonjak saat liburan akhir pekan lainnya.

Menurut data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) pada Minggu (26/12) waktu setempat, AS rata-rata mencatat 198.404 kasus Corona setiap harinya. Angka ini lebih tinggi 47 persen dibandingkan sepekan lalu dan tercatat sebagai tambahan kasus tertinggi dalam sehari sejak 19 Januari.

“Saya pikir kita akan melihat setengah juta kasus dalam sehari — mudah — mungkin antara pekan depan hingga 10 hari,” sebut analis medis CNN, Dr Jonathan Reiner.

2. 71 Ribu Warga AS Dirawat Akibat COVID

Data Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia AS menyebut ada sekitar 71.000 warga AS yang dirawat akibat Corona hingga Minggu (26/12) waktu setempat. Sementara menurut JHU, sekitar 1.408 warga AS meninggal akibat Corona setiap harinya selama sepekan hingga Minggu (26/12) waktu setempat.

Angka itu tercatat naik 17 persen dibandingkan sepekan sebelumnya. Sementara itu, penasihat pandemi Corona AS Dr Anthony Fauci juga memperingatkan potensi lonjakan kasus dalam waktu dekat dengan adanya penyebaran varian Omicron yang sangat menular.

“Kita pasti akan terus melihat lonjakan (kasus Corona) untuk sementara waktu,” sebut Fauci yang juga Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular.

Fauci mengatakan perkumpulan kecil dari orang-orang yang telah divaksinasi Corona saat perayaan malam Tahun Baru 2022 akan aman untuk digelar. Namun, dia mengimbau orang-orang untuk menghindari perkumpulan besar yang status vaksinasi dan para tamunya tidak diketahui.

“Ketika Anda berbicara soal pesta malam Tahun Baru di mana Anda mendapati 30, 40, 50 orang merayakan, yang Anda tidak tahu status vaksinasinya, saya sangat menyarankan: Jauhi itu untuk tahun ini. Akan ada tahun-tahun lain untuk melakukan itu. Tapi tidak tahun ini,” ucapnya.

3. 800 Penerbangan Dibatalkan dalam Sehari

Lonjakan kasus Corona ini juga berpengaruh terhadap dunia penerbangan di AS. Ada sejumlah maskapai yang membatalkan penerbangan gara-gara lonjakan kasus Corona.

Dilansir dari Reuters, Selasa (28/12/2021), lebih dari 3.000 penerbangan dibatalkan selama musim liburan Natal pada akhir pekan lalu yang merupakan masa puncak perjalanan untuk warga AS.

Sementara itu, ada 800 penerbangan yang dibatalkan sepanjang Senin (27/12). Pembatalan itu salah satunya dipicu oleh banyaknya awak penerbangan yang melakukan isolasi mandiri usai terpapar Corona. Situasi itu memaksa para pelancong mencari alternatif transportasi lainnya.

4. Saham Maskapai AS Anjlok

Saham maskapai-maskapai AS seperti American Airlines, United Airlines, Delta Air dan Southwest Airlines anjlok. Saham maskapai-maskapai itu tercatat turun antara 2-3 persen dalam perdagangan sebelum pasar dibuka awal pekan ini.

Laporan terbaru, yang didasarkan pada situs pelacakan penerbangan FlightAware.com, menyebutkan nyaris 740 penerbangan dari dan ke maupun antar wilayah domestik di AS dibatalkan hingga Senin (27/12) pagi waktu setempat.

Maskapai-maskapai AS terpaksa membatalkan penerbangannya dengan para pilot dan awak kabin perlu menjalani karantina akibat lonjakan Corona. Cuaca buruk di beberapa daerah semakin menambah penderitaan para pelancong.

Sementara itu, pada akhir pekan lalu, sedikitnya tiga kapal pesiar di AS terpaksa berlayar kembali ke pelabuhan setelah kasus-kasus Corona terdeteksi di atas kapal.

Editor: ARON

Sumber: detiknews