Ilustrasi Seorang pria Inggris menjadi orang pertama yang dipasangi mata cetak 3D. Dia adalah Steve Verze, seorang insinyur berusia 47 tahun. (Foto ilustrasi: Z11o22/Wikimedia)

Seorang pria Inggris menjadi orang pertama yang dipasangi mata cetak 3D. Dia adalah Steve Verze, seorang insinyur berusia 47 tahun.
Rumah sakit mata Moorfields di London menyatakan Verze merupakan pasien pertama yang menggunakan mata palsu digital ini. Sebelum dipasang di mata kirinya, Verze sudah mencoba mata 3D ini pada awal bulan ini untuk mencocokkan ukuran.

Mata 3D ini dicetak di Jerman dan dikirimkan kembali ke Inggris.

Mata 3D disebut memiliki hasil penglihatan yang lebih jelas dan kedalaman pupil. Hal ini berbeda dengan mata prostetik lainnya Mata prostetik lainnya yang terdiri dari iris yang dilukis dengan tangan pada cakram yang kemudian dimasukkan ke dalam rongga mata. Mata ini mencegah cahaya masuk ke kedalaman mata.

Verze mengaku senang dengan mata barunya ini. Dia bercerita bahwa dia sudah menggunakan mata prostetik sejak berusia 20 tahun. Namun, mata itu membuatnya tak nyaman. Berbeda dengan mata baru ini yang tampak lebih baik.

“Saya membutuhkan prostetik sejak saya berusia 20 tahun. Ketika saya meninggalkan rumah saya, saya sering melihat ke cermin untuk kedua kalinya, dan saya tidak menyukai apa yang saya lihat. Mata baru ini terlihat fantastis dan, berdasarkan teknologi pencetakan digital 3D, itu akan lebih baik dan lebih baik,” kata Verze, dikutip dari CNN.

Rumah sakit ini berencana untuk melakukan uji klinis yang melibatkan lebih banyak pasien untuk mengetahui manfaat mata 3D ini.

“Kami berharap uji klinis yang akan datang akan memberi kami bukti kuat tentang nilai teknologi baru ini, menunjukkan apa perbedaan yang dibuatnya bagi pasien,” kata pempimpin uji klinis di rumah sakit mata Moorfields, profesor Mandeep Sagoo.

Editor : ARON
Sumber : cnnindonesia