Ilustrasi buruh.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid mengaku bahwa usulan kenaikan Upah Minimum Karyawan (UMK) Tahun 2022, sebesar Rp35 ribu sudah relevan.

Rafki juga menyebutkan bahwa dasar penghitungan pengupahan untuk di tahun 2022 mendatang, yakni PP 36 tahun 2021 serta surat edaran terkait upah tahun 2022 yang dikeluarkan Menteri Ketenagakerjaan No.B-M/383/HI.01.00/XI 2021.

Dari surat edaran Kemenaker itu, pihaknya telah melakukan perhitungan dengan hasil mengalami kenaikan sekitar Rp 35 ribu.

“Dengan formulasi itu kita dan data yang di berikan hitungan kita UMK Batam naik sekitar Rp 35 Ribu lebih sedikit,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/11/2021).

Rafki mengatakan bahwa dengan perhitungan yang dilakukan dan hasil perhitungan dimana kenaikan UMK Batam sekitar Rp 35 Ribu, ia mengaku pengusaha cukup senang dengan hasil perhitungan kenaikan tersebut.

“Respon dari pengusaha kita tidak ada masalah dengan kenaikan tersebut,” lanjutnya.

Lanjutnya terkiat aksi penolakan buruh terkait kanaikan UMK Batam beberapa waktu belakangan ini, ia dan para pengusaha berharap agar demonstrasi tidak dilakukan.

“Kita berharap tidak dilakukan demonstrasi Karena ini mengganggu sektor upah dan calon investor yang masuk. Ketika dia ( investor) lihat situasi kurang kondusif ini akan berdampak pada realisasi para calon investor,” jelas Rafki.

Rafki mengatakan jika pun buruh melakukan penolakan Diharapkan menempuh jalur selain demonstrasi seperti melakukan gugatan hukum.

“Kawan kawan pekerja menolak dengan cara hukum seperti menggugat UU cipta kerja. Kita berharap inikan sudah di bahas tingkat nasional, ketika membahas PP 36 tahun 2021 itu semuanya terlibat, ada utusan serikat buruh Apindo dan pemerintah, keluar lah formulasi itu,” ujarnya.

Editor: WIL