Ciuman hampir selalu digunakan sebagai pembuka sesi ranjang atau sekadar untuk berbagi kemesraan. Berikut tujuh kesalahan berciuman. (iStockphoto/tool51)

Ciuman hampir selalu digunakan sebagai pembuka sesi ranjang. Tanpa kata, suatu ciuman bisa mengomunikasikan apa yang Anda inginkan. Pun beda lokasi pendaratan bibir, bisa mengandung makna berbeda.

Anda merasa aman-aman saja dengan cara berciuman biasanya. Namun pastikan Anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan berikut demi menghindari mood ‘ambyar’ jelang atau selama bercinta.

Berikut 7 kesalahan ciuman:

1. Dimulai dengan lidah
Bagaimana Anda memulai sebuah ciuman? Perlu diingat, jangan sampai Anda memulainya dengan lidah. Ciuman mendalam hingga french kiss memang memanfaatkan lidah. Hanya saja, tentu bukan pengalaman menyenangkan jika lidah jadi yang pertama kali menyentuh bibir.

Sebagaimana dilansir Insider, mulai ciuman dengan bibir. Sekali Anda dan pasangan mendapat ritme yang sesuai, baru sisipkan permainan lidah. Cukup perlahan, tidak perlu buru-buru, nikmati momennya.

Namun sekali nyaman dengan permainan lidah, kendalikan diri agar jangan sampai lidah malah yang terlalu banyak ‘bekerja’.

2. Tidak melibatkan lidah
Sebaliknya, saat ciuman sama sekali tidak melibatkan lidah, ini seperti masakan kurang bumbu. Anda tetap kenyang tapi tidak ada kenikmatan.

Menurut Glamour, Anda bisa melibatkan lebih dari bibir untuk menunjukkan antusiasme. Siapa bilang harus menunggu pria untuk ambil inisiatif?

Wanita pun bisa. Dalam permainan yang intens, sapukan lidah di bibir bawah pasangan lalu gigit perlahan bibir bagian bawah si dia.

Gigit di sini tidak dengan gigi tetapi dengan kedua bibir Anda. Dengan segera, si dia tahu apa yang harus dilakukan.

3. Mata terbuka
Berciuman dalam kondisi mata terbuka mungkin bakal terasa aneh. Bayangkan, Anda dan pasangan seperti dua orang kurang waras, saling melotot dan bibir saling terpaut.

Justru nikmati ciuman sembari menutup mata. Saat salah satu indera dilemahkan, indera lain akan menajam. Anda tidak akan terdistraksi dengan visual di depan Anda, cukup menikmati momen intim lewat ciuman.

4. Bibir berciuman, pikiran meracau
Berdasarkan studi yang diterbitkan di jurnal Evolutionary Psychology, pria melihat aktivitas ciuman sebagai ‘pemberhentian’ menuju hubungan seks. Sedangkan wanita hanya fokus pada aktivitasnya.

Anda mungkin punya pendapat berbeda soal ciuman. Mau punya pandangan apapun, sebenarnya jika Anda memikirkan apa yang terjadi setelah ciuman atau apa menu sarapan besok, Anda tidak akan memberikan performa terbaik selama ciuman.

Mungkin menutup mata memang salah satu jalan untuk menghindari distraksi. Hanya saja, pikiran Anda tetap bisa meracau dan menjauhkan Anda dari kesakralan momen ciuman. Jika Anda peduli dengan pasangan, berciuman bisa menjadi cara penting untuk terhubung dengannya secara fisik.

5. Berusaha menciptakan ‘suara’
Tontonan atau video porno kerap menampilkan adegan ciuman begitu dasyat dan berisik. Suara-suara kala bibir bertemu bibir seolah memiliki daya magis. Padahal untuk memperoleh suara itu, penggunaan mic atau boomer di dekat para aktor jelas dibutuhkan.
Tentu saja ini tidak akan terjadi di aktivitas ciuman sesungguhnya. Berusaha menciptakan suara menuntut Anda melakukan ‘lebih’. Ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan canggung.

Sebenarnya suara-suara ini kadang tidak bisa dihindari, tapi bisa dikendalikan. Saat mulai timbul suara berisik, coba ‘rem’ untuk meminimalkan suara.

6. Badan kaku
Anda tentu tidak ingin meninggalkan kesan bahwa si dia berciuman dengan sebatang kayu. Ciuman memang aktivitas yang melibatkan bibir hingga lidah. Namun bukan berarti kemudian tubuh berikut tangan jadi mematung. Sebaiknya, coba biarkan tubuh lebih ‘cair’ mengikuti ritme ciuman.

Menurut Bustle, ciuman sebenarnya makin menarik saat tangan perlahan menyentuh wajah pasangan. Anda pun bisa meraih bagian belakang kepala, mencengkram rambutnya atau menstimulasi area sensitif lain.

7. Cuma fokus di bibir
Tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa ciuman hanya dilakukan di bibir atau area wajah. Anda mungkin sudah merasa puas ‘mengobrak-abrik’ bibir si dia. Cuma, apa permainan sudah cukup sampai di sini?

Biarkan bibir jadi stimulus untuk area-area tubuh lain seperti leher, tengkuk, telinga, dada, perut, lalu makin ke bawah hingga area genital. Mungkin Anda ingin sedikit ‘nakal’ dengan menciptakan ekspektasi akan titik-titik sentuh berikutnya semisal setelah area perut lalu area genital.

Namun Anda malah berbelok ke paha dalam. Ini menyebalkan tapi dijamin menambah keseruan di ranjang.

Editor : ARON
Sumber : cnnindonesia