Orang-orang meninggalkan pub sebelum jam malam, di tengah wabah penyakit virus corona di Manchester, Inggris pada 24 September 2020. Foto: Phil Noble/REUTERS
Kementerian Kesehatan Inggris memperbaharui kasus harian COVID-19 pada Minggu (7/11). Tercatat ada tambahan 30.305 kasus baru dalam kurun 24 jam.
Selain itu, kematian akibat COVID-19 dilaporkan bertambah sebanyak 62 orang.
Dengan tambahan itu, kini total kasus COVID-19 di Inggris menjadi 9.301.909 orang. Sedangkan kematian 141.805 orang.
Sebelumnya, sebagian besar negara di Eropa kini kembali mengalami lonjakan kasus COVID-19. Seperti Rusia, Inggris, Turki, Ukraina dan Jerman.
Menurut beberapa ahli, lonjakan kasus di Inggris disebabkan karena subvarian Delta. Varian ini diduga lebih ganas dari varian Delta yang lebih menular dan sempat memicu lonjakan di Indonesia. Padahal lebih dari 70 persen populasi penduduk Inggris sudah divaksin.
Perdana Menteri Boris Johnson telah mengumumkan strategi penanganan COVID-19 Inggris saat musim dingin.
Pemerintah Inggris akan melepaskan rencana wajib paspor vaksin di klub malam, mengakhiri sejumlah kebijakan darurat COVID mereka. Opsi kembali menerapkan lockdown merupakan upaya terakhir.
Johnson akan mengandalkan vaksin dan testing untuk menahan laju penyebaran COVID-19 selama transisi dari musim gugur ke musim dingin.
Editor : ARON
Sumber : kumparan