Ilustrasi. Kebiasaan Unik Orang BerIQ Tinggi. (robarmstrong2/Pixabay)

Ada 12 kebiasaan unik orang berIQ tinggi yang mungkin tidak terpikirkan masyarakat kebanyakan. Riset membuktikan kebiasaan ini ternyata berkaitan dengan kreativitas, kemampuan adaptasi, dan kekayaan berbahasa.

Selain itu, kebiasaan unik juga terkait dengan kemampuan mencari solusi dan memecahkan masalah. Dikutip dari The Healthy, berikut kebiasaan unik milik orang dengan daya pikir lebih dari rata-rata.

12 kebiasaan unik orang berIQ tinggi

1. Meja yang berantakan
Riset University of Minnesota menyatakan, mereka yang punya meja berantakan punya lebih banyak ide kreatif daripada orang yang rapi. Menurut periset Kathleen Vohs, PhD, meja berantakan memberi inspirasi yang menghasilkan ide segar.

2. Tidur telat
Studi London School of Economics and Political Science menyatakan, mereka yang punya IQ tinggi cenderung telat tidur malam. Terkait kebiasaan ini ilmuwan Jonathan Wai, PhD, dari Duke University Talent Identification Program (TIP) mengingatkan supaya cukup tidur 7-9 jam per hari.

3. Mengucapkan sumpah serapah
Periset Timothy Jay, PhD, mengatakan, kerap mengucapkan sumpah serapah mengindikasikan kekayaan kosakata. Kemampuan berbahasa berkaitan dengan daya pikir atau kapasitas IQ. Namun patut jadi catatan, orang dengan tingkat emosi baik tidak mengucapkan sumpah serapah sembarangan dan tanpa alasan.

4. Suka mandi air dingin
Sebuah riset di Finlandia menyatakan, adaptasi dengan air dingin saat mandi berkaitan dengan penurunan signifikan rasa lemah dan tertekan. Mandi air dingin juga terkait dengan perbaikan mood dan memori, yang mampu meningkatkan fungsi dan produktivitas otak.

5. Terganggu suara mengunyah
Studi dari Northwestern University menyatakan, orang-orang kreatf cenderung tidak bisa menyaring informasi sensori yang masuk. Menurut Dr Wai, gerbang untuk melakuka filtering seperti bocor sehigga semua informasi diterima termasuk yang kurang relevan atau tidak penting.

6. Doodle
Mereka yang punya IQ tinggi ternuata kerap doodling atau membuat sketsa. Menurut Sunni Brown penulis The Doodle Revolution, doodling mempengaruhi seberapa banyak informasi yang mampu diproses. Efek lain terkait doodling adalah cara mencari solusi saat mengalami kesulitan.

7. Mengkritik diri sendiri
Kebiasaan unik orang berIQ tinggi selanjutnya adalah mengkritik diri sendiri. Landmark 1999 study dari Cornell University membuktikan, mereka yang tidak terlalu pintar kesulitan mengetahui kekurangannya. Hal ini berbeda pada orang pintar yang tahu kekurangan dan kelebihannya. Akibatnya mereka cenderung tidak sombong dan kerap mengkritik diri sendiri.

8. Ngelamun
Studi University of California menyatakan, responden yang mengambil jeda dari rangkaian tugas yang padat cenderung memberi hasil lebih baik. Ngelamun mirip doodling yang meningkatkan kreativitas dan problem solving. Ngelamun memberi waktu otak untuk berpikir dan menyelesaikan tugas, meski tidak langsung menghadapinya.

9. Ngomong sendiri
Kebiasaan unik orang berIQ tinggi ini mengindikasikan kemampuan berpikir, persepsi, dan memori yang lebih baik. Riset yang dilakukan University of Wisconsin dan University of Pennsylvania membuktikan, responden bisa mengingat dan menemukan objek bila mengucapkannya lebih dulu. Pengucapan mengaktifkan kemampuan visualisasi otak sehingga lebih mudah mengingat sesuatu.

10. Lebih suka sendirian
Peneliti Inggris dan Singapura bertanya pada 15 ribu orang berusia 18-28 tahun dalam suatu survei dan tes IQ. Hasilnya, responden dengan IQ tinggi tidak terlalu senang bersosialisasi lebih sering dengan temannya. Hal ini mungkin disebabkan kemampuan otak yang tidak bisa mengupdate semua isu pertemanan dalam waktu singkat.

11. Senang rebahan
Riset dari Florida Gulf Coast University tahun 2016 membuktikan, responden dengan IQ tinggi puas dengan kegiatan yang membantu pikiran rileks. Mereka puas rebahan tanpa harus melakukan banyak kegiatan fisik. Hal ini berbeda dengan responden berIQ biasa yang lebih mudah bosan dan mencari kegiatan fisik, untuk menghibur diri.

12. Meditasi tiap hari
Sebuah artikel dalam New England Journal of Medicine membuktikan, meditasi mampu meningkatkan kinerja otak. Artikel sejalan dengan riset yang menyatakan, meditasi 20 menit per hari meningkatkan memori dan mengurangi kadar stres dalam tubuh.

Editor : ARON
Sumber : detikedu