Peringatan No Bra Day pada 13 Oktober tak pernah lepas dari kontroversi (Foto: Getty Images/iStockphoto/sasacvetkovic33)

Tanggal 13 Oktober diperingati sebagai Hari Tanpa Bra atau No Bra Day setiap tahunnya. Momen ini dirayakan untuk mengedukasi tentang penyakit kanker payudara sekaligus menghormati pejuang kanker payudara.

Makna dari No Bra Day sendiri bukan untuk ajang memamerkan payudara. Oleh sebagian kalangan, momen ini dijadikan sarana untuk meningkatkan kesadaran perempuan mengenai bahaya kanker payudara dengan tidak memakai bra selama satu hari itu.

Hal ini bukan berarti bra menjadi penyebab terjadinya kanker payudara. Sebab antara pemakaian bra dan penyakit tersebut tidak saling berhubungan. Dikutip dari berbagai sumber, ini fakta penting dari No Bra Day:

Berawal di AS
Sejarah No Bra Day memang lekat dengan bulan kanker payudara, yang memang diperingati pada bulan Oktober. Awalnya, No Bra Day dirayakan setiap tanggal 9 Juli sejak 2011 lalu dipindahkan menjadi tanggal 13 Oktober dalam rangkaian Bulan Kesadaran Kanker Payudara Nasional. Peringatan tersebut diperkirakan sudah ada sejak tahun 2011.

Awalnya bernama BRA Day
Hari Tanpa Bra atau No Bra Day awalnya bernama BRA Day dari singkatan Breast Reconstruction Awareness. Hal itu digagas oleh ahli bedah plastik di Kanada, dr Mitchell Brown pada Juli 2011. BRA Day dibuat untuk mendorong penyintas kanker payudara agar mempertimbangkan melakukan operasi rekonstruktif.

Ia menciptakan acara BRA Day di Women’s College Hospital dan Toronto General Hospital. Selain itu, BRA Day juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap skrining kanker payudara, gejala yang dirasakan, dan mendorong untuk melakukan pemeriksaan rutin secara mandiri.

Awal muka jadi kampanye kanker payudara
Setelah acara BRA Day, perempuan dengan nama samaran Anastasia Donuts langsung menggagas Hari Tanpa Bra Nasional melalui sebuah website. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara.

Hal itu kemudian menarik perhatian banyak orang, lalu menetapkan tanggal 13 Oktober sebagai Hari Tanpa Bra pada 2014. Gagasan tersebut lalu menyebar hingga ke berbagai negara, termasuk Asia.

Muncul tagar #NoBraDay
Demi meramaikan hari tersebut, banyak perempuan yang memposting foto di media sosial untuk mengedukasi isu kanker payudara dengan tagar #NoBraDay. Selain itu, penyintas kanker payudara juga ikut merayakannya dengan memposting foto saat operasi pengangkatan payudara. Perayaan ini juga bisa diikuti oleh laki-laki untuk mendukung kampanye tersebut.

Picu kontroversi
Meski begitu, peringatan ini memicu kontroversi dari beberapa pihak. Alasannya, tidak ada hubungan antara pemakaian bra dengan kanker payudara.

Ada juga yang menilai bahwa kampanye ini terlihat sangat sensualitas. Sebab tagar #NoBraDay di media sosial banyak berisi konten perempuan bertelanjang dada dibandingkan edukasi seputar kanker payudara

Editor : ARON
Sumber : detikhealth