Foto satelit suasana di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan. Foto: Maxar/ via REUTERS
Korban jiwa rangkaian ledakan di bandara Kabul di Afghanistan dilaporkan bertambah. Kini, total korban tewas mencapai 85 orang.
Menurut laporan militer Amerika Serikat, 13 dari 85 korban jiwa merupakan tentaranya yang sedang berjaga di Bandara Hamid Karzai di Kabul. Meski sebagian besar Afghanistan dikuasai Taliban, tentara AS dan pasukan asing masih memegang kendali di bandara tersebut.
Sementara itu, pejabat kesehatan di Afghanistan beserta perwakilan Taliban mengatakan, 72 warga sipil tewas akibat ledakan. Taliban turut mengeklaim ada 28 anggotanya yang kehilangan nyawa terkait peristiwa berdarah tersebut.
Rangkaian ledakan di Kabul pada Kamis (26/8/2021) malam lalu adalah aksi bom bunuh diri. Kelompok ISIS merupakan otak di balik rangkaian teror di Kabul.
Kejadian di bandara Kabul terjadi hampir dua pekan setelah Taliban merebut ibu kota Afghanistan tersebut.
Saat kejadian Bandara Hamid Karzai sesak dipenuhi warga sipil Afghanistan yang hendak dievakuasi. Hal itu yang membuat Presiden Amerika Serikat Joe Biden naik pitam.
Kembalinya Taliban
Taliban kembali menguasai Afghanistan setelah 20 tahun digempur Amerika. Hanya dalam hitungan pekan, mereka menaklukkan seantero negeri. Bagaimana bisa? Dan bagaimana sikap Indonesia yang selama ini menjembatani dialog Taliban-pemerintah Afghanistan?
Biden langsung menginstruksikan Pentagon menyusun rencana menyerang kelompok ISIS-K. Kelompok yang terafiliasi jaringan teroris ISIS itu beroperasi di Afghanistan dan sekitar Pakistan.
“Kami tidak akan memaafkan kalian,” kata Biden seperti dikutip dari Reuters.
“Kami tidak akan melupakan ini, kami akan memburu kalian dan membuat kalian membayar ini,” tegas Biden.
Editor : Aron
Sumber : kumparan