Ilustrasi. Terapi air Jepang dipercaya sebagai salah satu praktik yang bisa memerangi beberapa masalah kesehatan, termasuk di antaranya menurunkan berat badan. (tookapic/Pixabay)

Selalu ada cara untuk menurunkan berat badan dan membuat tubuh lebih bugar. Terapi air Jepang dipercaya sebagai salah satu praktik yang bisa memerangi beberapa masalah kesehatan, termasuk di antaranya menurunkan berat badan.

Air merupakan salah satu elemen dasar yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia. Orang dewasa disarankan meminum 2 liter air putih per hati untuk membuang berbagai racun yang ada di dalam tubuh. Beberapa ahli gizi juga menyarankan untuk memulai hari dengan segelas air hangat.

Faktanya, orang-orang di Jepang menanggapi nasihat tersebut dengan sangat serius. Mereka bahkan mempraktikkan jenis terapi air tertentu yang diklaim dapat membantu menurunkan berat badan.

Tujuan terapi ini adalah menggunakan air dalam kehidupan sehari-hari untuk menyeimbangkan dan mengatur kesehatan.

Terapi air Jepang membantu membersihkan perut dan meningkatkan sistem pencernaan. Pengobatan tradisional Jepang menganjurkan minum air putih tepat setelah bangun pagi.

Pagi hari dianggap sebagai ‘periode emas’. Diyakini, meminum air selama periode ini, tak hanya meningkatkan penurunan berat badan dengan melancarkan sistem pencernaan, tapi juga membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Mengutip NDTV, ada beberapa hal yang disarankan dalam terapi air Jepang, seperti berikut.

1. Minum 4-6 gelas air, dengan masing-masing gelas berisi 160-200 ml setiap bangun tidur di pagi hari. Minum air saat perut masih kosong. Anda juga bisa memeras jus lemon segar dan masukkan ke dalam air.

2. Sikat gigi Anda setelah minum air. Hindari makan atau minum apa pun setidaknya selama 45 menit setelah minum air. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan rutinitas harian.

3. Jangan makan atau minum apa pun setidaknya selama dua jam setelah makan.

4. Jika Anda tak bisa meminum keempat gelas air sekaligus, tunggu beberapa menit di antara setiap gelas air demi menenangkan perut.

5. Bagi lansia yang memiliki kondisi kesehatan serius, minum air bisa dilakukan secara bertahap.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk melakukan hal-hal berikut.

1. Berjalan dengan tenang setiap hari setidaknya selama satu jam. Cara ini akan membantu mempercepat metabolisme.

2. Kumur-kumur minimal 4-5 kali dengan air hangat yang dicampur garam setiap malam sebelum tidur.

3. Hindari makan dan minum saat berdiri karena dapat menghambat proses pencernaan.

4. Kunyah makanan dengan benar sebelum menelannya.

Terapi air Jepang ini membantu menghilangkan stres, mendorong penurunan berat badan, dan memastikan sistem pencernaan yang kuat. Selain itu, cara ini juga membuat seseorang berenergi sepanjang hari.

Sejumlah penelitian telah dilakukan pada terapi air ala Jepang ini. Mengutip Healthline, komponen hidrasi dari terapi air disebut sebagai salah satu faktor yang membantu proses penurunan berat badan.

Minum lebih banyak air dapat memberikan efek mengenyangkan. Pada gilirannya, hal ini dapat mencegah rasa lapar dan makan berlebih yang menyebabkan penambahan berat badan.

Sebuah ulasan menemukan, air secara signifikan meningkatkan pengeluaran energi istirahat (REE) pada orang dewasa. REE sendiri mengacu pada jumlah dasar kalori yang dibakar tubuh saat beristirahat.

Namun, studi memberikan hasil yang beragam. Studi lain menemukan, terapi air justru dapat mengganggu penurunan berat badan jangka panjang karena usus tak memiliki waktu untuk memberikan sinyal pada otak bahwa Anda sudah kenyang. Akibatnya, Anda mungkin makan terlalu banyak dan cepat.

Sebaliknya, makan secara perlahan dikaitkan dengan risiko rendah kenaikan berat badan.

Di luar itu semua, sejumlah penelitian mendukung manfaat terapi air. Minum cukup air membuat Anda tetap terhidrasi, yang dapat meningkatkan fungsi otak, tingkat energi, dan tekanan darah yang optimal.

Namun, perlu diingat, kebutuhan dasar air berbeda-beda bagi setiap orang. Meski delapan gelas air per hari menjadi rekomendasi umum, namun bukti ilmiah di balik rekomendasi tersebut masih dinilai kurang.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia