Jakarta – Perusahaan milik petarung UFC Conor McGregor, McGregor Sports and Entertainment Ltd mengalami kerugian mencapai 309.462 euro atau setara dengan Rp4,8 miliar dalam 12 bulan terakhir.

McGregor Sports and Entertainment Ltd merupakan perusahaan manajemen, promosi, dan sponsor di sektor olahraga yang didirikan petarung asal Republik Irlandia itu pada 2014.

Dikutip dari Mirror, salah satu faktor yang membuat perusahaan McGregor ini mengalami kerugian adalah membengkaknya biaya pengeluaran gaji.

Pada tahun lalu, pengeluaran gaji untuk tingkat staf meningkat dari 189.462 euro menjadi 210.654 euro. Sedangkan untuk level direktur dana yang dikeluarkan membesar dari 81.900 menjadi 108.000.

Meski demikian, kerugian yang terjadi pada McGregor Sports and Entertainment Ltd diyakini tidak akan memberikan banyak pengaruh pada kondisi keuangan petarung berusia 31 tahun tersebut.

Forbes memprediksi pendapatan McGregor pada 2019 mencapai 42,8 juta euro atau setara dengan Rp664 miliar.

Dalam pertarungan UFC 229 melawan Khabib Nurmagomedov, Oktober 2018, McGregor mendapat bayaran mencapai 2,7 juta euro, atau delapan kali lipat lebih besar dari kerugian perusahaannya saat ini.

Jumlah bayaran pertarungan itu tidak termasuk komisi yang diterima McGregor dalam pay per view (PPV) atau bayaran per tayang yang diperkirakan mencapai 2,1 juta euro. Dengan angka tersebut, McGregor bisa mendapat bayaran sebesar 2,7 juta euro dari pertarungannya dengan Khabib.

Saat ini McGregor tengah menunggu kembali bertarung di UFC usai dihukum UFC dan Komite Atletik Nevada setelah keributan di UFC 229.

Sejumlah sumbermelaporkanMcGregor akan kembali bertarung pada 14 Desember. Petarung asal Amerika Serikat Frankie Edgar disebut-sebut akan jadi lawan McGregor berikutnya.

Editor: PAR
Sumber: CNN Indonesia