Ilustrasi. Bendera Partai Golkar. (Foto: Istimewa)

Ketua DPD Golkar Kepulauan Riau (Kepri), Akhmad Ma’aruf menegaskan menutup hati untuk kembali membentuk koalisi dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem) dalam menghadapi Pilkada 2024 mendatang.

Menurutnya hubungan antar kedua partai politik ini sudah tidak baik-baik saja, bahkan polemik antar kedua partai politik ini juga sudah menjadi konsumsi publik.

“Kami sedang tidak baik-baik saja, bahkan masalah ini sudah tampak di publik beberapa waktu belakangan,” tegasnya, Selasa (22/11/2022).

Walau demikian, Akhmad juga tidak dapat merincikan mengenai polemik yang terjadi antara kedua parpol yang sempat berkoalisi dalam mendukung pasangan Ansar Ahmad – Marlin Agustina Rudi, pada Pilkada 2020 lalu.

Untuk diketahui, pasangan Ansar – Marlin sendiri lahir dari usungan dua partai politik, dimana Ansar merupakan kader terbaik dari Partai Golkar, sementara Marlin merupakan kader Partai NasDem yang juga merupakan istri dari Walikota Batam, Muhammad Rudi.

Kedua pasangan ini juga diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan berhasil meraih 308.553 suara atau sebesar 39,97 persen dan dinyatakan menang di lima kabupaten/kota.

“Kan sudah berantam. Dari sekarang saja sudah pecah. Kan sudah jelas. Tidak perlu saya jawab,” paparnya.

Tidak hanya itu, secara tegas ia juga menepis isu Partai Golkar berencana menggandeng Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad sebagai pendamping Ansar Ahmad pada Pilgub 2024 nanti.

Partai Golkar juga disebut tidak berencana mancalonkan Amsakar karena menilai masih banyak kader yang berkompeten untuk bertarung nanti.

“Enggak. Kader Golkar aja kadernya banyak. Kita utamakan kader lah,” tuturnya.

Editor: WIL