Pangeran Charles telah membentuk aliansi global dalam sektor swasta untuk menggalang dana membantu penanganan perubahan iklim secara global. (Foto: AFP/BEN BIRCHALL)

Pangeran Charles dari Inggris berharap presidensi Indonesia di G20 tahun depan akan berjalan sukses, terutama dalam memperkuat kemitraan global dalam menangani perubahan iklim.

Dalam pidatonya saat pembukaan KTT G20 di Roma, Italia, pada Minggu (31/10), Pangeran Charles bahkan menyebut nama Presiden Joko Widodo secara langsung untuk mengungkapkan harapannya tersebut.

“Sektor swasta juga menjadi salah satu aktor terpenting dalam memperkuat aliansi global di antara sektor swasta dalam menangani perubahan iklim. Karena itu, saya berterima kasih sekali kepada PM Italia Mario Draghi [ketua G20 tahun ini] karena mengangkat keterlibatan sektor swasta dalam penanganan perubahan iklim dalam pertemuan sangat penting ini,” kata Charles.

“Ini juga alasan mengapa saya berharap Presiden Joko Widodo sukses di setiap langkahnya ketika Anda [PM Draghi] meneruskan perjuangan [presidensi G20] kepada beliau [Jokowi] dalam sebulan ke depan,” paparnya menambahkan.

Isu perubahan iklim memang terus menjadi perhatian banyak negara menyusul pemanasan global yang terus memburuk menyebabkan bencana alam dan perubahan cuaca ekstrem di banyak kawasan.

Topik perubahan iklim juga menjadi salah satu fokus G20 menjelang KTT PBB tentang perubahan iklim COP26 yang akan berlangsung di Glasgow mulai Minggu (31/10) sampai 12 November mendatang.

KTT itu pun akan dihadiri langsung oleh Jokowi.

Presiden Jokowi sebelumnya menegaskan Indonesia memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam penanganan perubahan iklim global karena menjadi salah satu negara dengan hutan tropis dan mangrove terbesar di dunia.

Karena itu, Jokowi menuturkan posisi Indonesia tetap konsisten dalam penanganan perubahan iklim global.

“Posisi Indonesia untuk isu perubahan iklim adalah sangat konsisten. Kita bekerja keras memenuhi yang sudah kita janjikan. Kita (Indonesia) tidak ingin ikut dalam retorika yang akhirnya tidak dapat kita jalankan,” kata Jokowi dalam jumpa pers virtual menjelang keberangkatannya di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (29/10).

Selama ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang vokal mengutarakan seruan kepada negara-negara maju untuk menepati komitmen mereka membantu negara berkembang menangani perubahan iklim.

Indonesia juga sempat mengatakan bahwa saat ini bantuan finansial dan teknologi negara maju masih kurang dalam membantu negara-negara berkembang menerapkan kebijakan ramah lingkungan dan penanganan perubahan iklim lainnya.

Jokowi menuturkan COP26 nanti akan dipimpin langsung Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan dihadiri 120 kepala negara dan pemerintahan.

Selain Jokowi dan Johnson, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, hingga Presiden Korea Selatan Moon Jae-in juga akan hadir langsung di COP26.

Editor : ARON
Sumber : cnnindonesia