Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Gubernur Kepri H Ansar Ahmad di peresmian Makogabwilhan dan Monumen Tri Matra di Dompak, Tanjungpinang.

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengatakan, kehadiran Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  menjadi amunisi baru bagi masyarakat Kepri, terutama dalam hal manunggalnya TNI dengan rakyat dan terciptanya Kepri yang aman nyaman dan tentram.

Ansar juga berterima kasih kepada Panglima TNI yang baru saja meresmikan gedung Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Makogabwilhan) I di Dompak dan dilanjutkan dengan meresmikan Monumen Tri Matra, yang berlokasi tidak jauh dari gedung tersebut.

Ini menjadi amunisi baru bagi Kepri, apalagi baru saja diresmikannya Makogabwilhan I dan Monumen Tri Matra. Saya yakin ini  akan membuat Kepri semakin cemerlang ke depan,” kata Gubernur Ansar dalam momen ramah tamah bersama Panglima TNI dan istri, Selasa (12/10/201).

Hadi Tjahjanto sendiri merupakan pria kelahiran 8 November 1963. Seorang perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang menjabat sebagai Panglima TNI sejak tanggal 8 Desember 2017, menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Istrinya bernama Nanny, yang merupakan Ketua Umum Dharma Pertiwi.

Hadir dalam kegiatan ini Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Aris Budiman, Ketua Umum Dharma Pertiwi beserta jajaran pengurus, Pejabat Utama Mabes TNI, Para Pangkogabwilhan, Pangdam VI/Mulawarman, Kapolda Kepri, Gubernur Prov. Kepri, Ketua DPRD Prov. Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, Ketua LAM Kepri, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Kegiatan diawali dengan penandatangan hibah tanah dari PT Singlurus kepada Panglima TNI yang diwakili Aslog Panglima TNI Marsda TNI Sujatmiko. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan hibah Monumen Tri Matra oleh Aslog Panglima TNI kepada Gubernur Kepri yang diwakili oleh Sekda Provinsi Kepri Lamidi dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti Makogabwilhan I, II, dan III oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan pembentukan Kogabwilhan merupakan representasi konsep interoperabilitas TNI dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis yang dinamis guna menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks.

“Kogabwilhan telah berfungsi secara aktif menjadi Kotamaops TNI dalam melaksanakan Operasi Militer Perang maupun Operasi Militer. Kogabwilhan menjadi manifestasi keterpaduan kekuatan dan kemampuan TNI sebagai alat pertahanan Negara dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman yang semakin beragam dan menjadi manifestasi keterpaduan kekuatan serta kemampuan TNI sebagai alat pertahanan Negara dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman yang semakin beragam,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Menurutnya, kehadiran Markas Kogabwilhan I di Tanjungpinang Kepri, Markas Kogabwilhan II di Penajam Paser Kaltim dan Markas Kogabwilhan III di Timika Papua menjadi bentuk kehadiran negara untuk melindungi integritas dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta keselamatan segenap bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI juga meresmikan Monumen Tri Matra terpadu sebagai simbol keterpaduan tiga Matra TNI, yaitu TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Acara dilanjutkan dengan pengecekan Makogabwilhan I dan Monumen Tri Matra Serta Bhakti Sosial Untuk Pedagang Kaki Lima.

Editor: DWIK