Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: REUTERS
Maskapai Garuda Indonesia melarang seluruh HP Vivo di pesawat kargo mereka. Keputusan ini tertuang dalam surat edaran internal yang bocor di media sosial pada Selasa (13/4). Lewat surat tersebut, pelarangan HP Vivo di pesawat kargo Garuda Indonesia muncul setelah insiden smartphone Vivo Y20 yang terbakar di Bandara Hong Kong, Minggu (11/4).
Direktur utama maskapai Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengonfirmasi larangan HP di pesawat kargo Garuda Indonesia. Meski tak secara langsung menyebut brand Vivo, dia mengakui bahwa Garuda Indonesia memang melarang “smartphone tertentu” di layanan kargo mereka.
Kabar mengenai larangan HP Vivo di pesawat kargo Garuda Indonesia membuat sebagian penggunanya merasa bingung dengan nasib mereka yang mau naik layanan angkut penumpang. Apa smartphone Vivo juga dilarang masuk ke kabin pesawat?
Berdasarkan penuturan seorang sumber internal Garuda Indonesia, HP Vivo tetap dapat dibawa ke kabin pesawat. Narasumber yang meminta identitasnya anonim itu menyebut, pelarangan seluruh smartphone Vivo hanya diterapkan pada layanan kargo saja.
Dengan demikian, kamu tetap bisa bawa HP Vivo kamu ke dalam kabin, jika kamu hendak naik pesawat Garuda Indonesia.
HP Vivo Dilarang Masuk Kargo Garuda Indonesia, Bagaimana di Kabin Pesawat? (1)
Garuda Indonesia luncurkan livery khusus ‘Cinta Indonesia’ pada HUT ke-72 Foto: Dok. Garuda Indonesia
Hingga saat ini, belum jelas kapan embargo HP Vivo bakal dicabut Garuda Indonesia. Sang direktur hanya menyebut, pihaknya menunggu keputusan investigasi otoritas Bandara Hong Kong.
“Saat ini kami memang tengah menghentikan untuk sementara waktu layanan pengangkutan kargo udara untuk jenis smartphone tertentu, menyusul insiden terbakarnya kontainer kargo dengan muatan smartphone di Hongkong beberapa waktu lalu. Hal tersebut kami lakukan sebagai langkah antisipatif Perusahaan dalam memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap berjalan optimal,” kata Irfan, Selasa (13/4).
“Kebijakan yang turut diambil sejumlah maskapai penerbangan dunia tersebut akan dilakukan hingga terdapat hasil investigasi menyeluruh dari otoritas bandara Hongkong. Saat ini kami juga terus berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan langkah antisipatif yang perlu dilakukan menyikapi perkembangan hasil temuan tersebut.”

Insiden smartphone Vivo terbakar

Menurut laporan media lokal The Standard, insiden terbarkarnya HP Vivo Y20 terjadi pada Minggu (11/4) pukul 5.08 pagi waktu setempat. Ketika itu, ponsel dan aksesori, yang berada di tiga kotak kargo, berada di landasan menunggu pemuatan.
Berdasarkan rekaman yang beredar online, api mulai muncul dari dalam kotak, menyebabkan isinya jatuh. Api segera menyebar ke kotak lainnya.
Tak lama kemudian, tim penyelamat dari dinas pemadam kebakaran setempat tiba dan memadamkan api pada pukul 05.56 pagi waktu setempat, setelah berusaha memadamkan selama 40 menit.
Foto yang di-posting online menunjukkan logo “Vivo” di kotak biru dan putih. Ponsel yang terbakar parah terlihat basah dan berserakan di landasan.
Otoritas Bandara mengatakan tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Operasi bandara pun tidak terpengaruh oleh kebakaran tersebut.

Maskapai kargo Hong Kong larang HP Vivo di pesawat, investigasi sedang dilakukan

Atas insiden ini, maskapai lokal Hong Kong Air Cargo telah melarang semua HP Vivo di pesawat mereka.
“Dengan menyesal kami menginformasikan kepada Anda bahwa pembaruan embargo terbaru yang segera berlaku, semua kargo (dari agen dan tujuan mana pun) dilarang menerima “CargoLink Logistics HK Co Ltd” dan “Sky Pacific Logistics HK Co Ltd” dan / atau co-loader tentang pengangkutan dengan pesawat RH / HX sampai pemberitahuan lebih lanjut. Juga embargo semua jenis ponsel “VIVO”, “kata Hong Kong Air Cargo dalam sebuah catatan internal yang disebarkan Minggu (11/4).
Adapun Vivo mengatakan bahwa mereka tengah menginvestigasi kejadian tersebut.
“Kami memperhatikan bahwa kiriman barang, beberapa di antaranya adalah produk Vivo, terbakar di apron parkir Bandara Internasional Hong Kong pada 11 April,” kata Vivo kepada Android Authority.
“Kami telah memberikan perhatian yang tinggi dan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk menentukan penyebabnya.”
Editor : Aron
Sumber : Kumparan