Salah satu upaya diet adalah dengan mengatur menu makanan, sejumlah ide menu diet cepat turun berat badan bisa Anda coba. (Foto: iStockphoto/gbh007)

Menu diet cepat turun berat badan memang jangan sembarangan, dan tidak bisa berupa makanan yang asal bikin kenyang.

Mengutip dari Healthline, jenis makanan yang membantu untuk proses penurunan berat badan harus mengandung gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin dan mineral.

Karbohidrat yang dibutuhkan pelaku diet umumnya berbeda-beda. Tapi karbohidrat jangan dihilangkan menyeluruh, karena dibutuhkan untuk sumber energi utama tubuh.

Kebutuhan ideal protein per hari pria yaitu 56-91 gram, sedangkan wanita rata-rata 46-75 gram per hari.

Sumber protein sehat ada dalam daging merah, ikan salmon, udang, kuning telur. Sedangkan protein nabati didapat dari tempe, tahu, buncis serta polong-polongan.

Meskipun seseorang sedang menjalankan diet, kebutuhan lemak tetap harus terpenuhi asalkan lemak sehat seperti dari alpukat atau penggunaan minyak zaitun dan minyak jagung dalam masakan.

Ilustrasi Makanan SehatPilih menu makanan sehat untuk diet turun berat badan (Foto: Unsplash/Pixabay)

Nutrisi penting dalam makanan sehat sangat penting dalam memaksimalkan fungsi tubuh. Jadi, walaupun sedang diet Anda tetap tidak akan merasa kelaparan karena gizinya tercukupi.

Berikut ide menu diet cepat turun berat badan di bawah ini bisa menjadi alternatif untuk Anda coba, yang dilansir dari Healthline:

1. Menu Sarapan

Sarapan penting, dan sebaiknya tidak dilewatkan sebagai pondasi energi saat memulai hari, berikut menu diet cepat turun berat badan yang bisa dicoba:

  • Telur rebus + alpukat
  • Bayam rebus/tumis + jamur
  • Smoothie bayam, alpukat, dan susu kacang
  • Yogurt tawar + kacang almond atau granola

2. Menu Makan Siang

Makan siang biasanya jadi momen Anda untuk mendapatkan energi yang stabil di tengah hari ketika energi sedang terkuras. Maka dari itu, Anda membutuhkan protein, berikut menu yang bisa Anda coba:

  • Salmon asap/dada ayam panggang + alpukat/asparagus
  • Salad wrap dengan isi dada ayam kukus atau panggang
  • Salad sayuran hijau
  • Tumisan jamur + dada ayam + kentang rebus
Ilustrasi memasak daging salmonSalmon bisa jadi bahan makanan pilihan dalam menu diet cepat turun berat badan (Foto: Picjumbo)

3. Menu Makan Malam

Sebagian orang memang biasanya melewatkan makan malam, namun masih banyak orang yang masih menjadwalkan makan malam. Berikut menu diet cepat turun berat badan untuk dikonsumsi di sore/malam hari:

  • Nasi merah + tumisan ayam, jamur, bawang Bombay dan paprika
  • Salad wrap isi kacang, asparagus rebus, timun, sedikit minyak zaitun, dan keju
  • Tempe, kubis, kol yang dipanggang
  • Salmon panggang dengan topping jahe, minyak wijen, dan taburan daun bawang

4. Menu untuk Camilan

Sejumlah orang membutuhkan makan di sela-sela waktu makan. Berikut camilan sehat yang bisa Anda pilih:

  • Kacang edamame rebus
  • Yogurt rendah lemak dengan irisan buah
  • Kacang kenari
  • Anggur
  • Granola dicampur buah
  • Buah pir

Selain referensi menu diet yang mendukung penurunan berat badan, wajib juga memperhatikan hal lainnya seperti berikut:

Minum air sebelum makan

Menurut Healthline, sebuah studi menunjukkan bahwa minum air sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori dan cukup efektif dalam menjaga berat badan.

Kunyah makanan pelan-pelan

Makanan yang tidak dikunyah dengan baik berisiko menghambat proses pencernaan. Menurut ahli, mengunyah makanan padat idealnya 30 kali, sedangkan makanan lunak 5-10 kali.

Ilustrasi Anak Makan SandwichMangunyah makanan pelan-pelan bisa jadi penunjang menu diet cepat turun berat badan (Foto: skeeze/pixabay)

Hindari minuman manis

Minuman dengan pemanis tambahan mengandung kalori kosong yang tidak bisa memberi sinyal ke otak rasa ‘kenyang’, karena berbeda dengan kalori makanan.

Untuk itu sebaiknya batasi atau hindari jenis minuman manis ini, supaya tidak menimbulkan efek lain yang memicu rasa lapar berlebih.

Tapi perlu digarisbawahi, bahwa menu diet cepat turun berat badan bisa saja tidak memberi hasil optimal tanpa olahraga. Setidaknya harus tetap dilakukan minimal 30 menit per hari.

 

Editor : Parna

Sumber : cnnindonesia