Ilustrasi penembakan.

Pihak kepolisian Wina menyebut penembakan yang terjadi di dekat sinagoge pada Senin (2/11) malam waktu setempat telah memakan dua korban jiwa, termasuk pelaku.

Melalui unggahan di media sosial, Kepolisian Wina menyebut ada “enam lokasi penembakan yang berbeda-beda” dengan “satu orang tewas” dan “beberapa luka”. Mereka juga menyebut “satu tersangka ditembak mati oleh petugas”.

Kepolisian juga menyebut “beberapa tersangka bersenjata senapan” dalam serangan yang terjadi sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Pihak kepolisian sebelumnya telah mengimbau masyarakat setempat menjauh dari semua tempat publik dan angkutan umum.

Menteri Dalam Negeri Austria, Karl Nehammer menyebut penembakan tersebut sebagai serangan teroris dan masih berlangsung.

“Tampaknya ini serangan teror, dengan beberapa orang terluka dan beberapa pelaku terlibat,” kata Nehammer kepada ORF, dikutip AFP.

Sejumlah pemimpin negara di Eropa kemudian mengutuk insiden teror di Wina tersebut dan menyerukan perang terhadap terorisme.

Kepala Uni Eropa Charles Michel menyebut pelaku terorisme di Wina sebagai “pengecut” dan “Eropa mengutuk keras tindakan pengecut yang melanggar kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan kita,”

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan “tidak ada ruang untuk kebencian” di Eropa terkait dengan aksi teror tersebut.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan “kami tidak akan mengakui apa pun”, sedangkan Pemerintah Jerman menyatakan “kita tidak boleh menyerah melawan kebencian”.

Sebelumnya, Presiden Masyarakat Yahudi Austria, Oskar Deutsch mengatakan penembakan tersebut terjadi “di sekitar” sinagoge Stadttempel namun belum jelas apakah tempat ibadah umat Yahudi itu menjadi sasaran aksi ini.

Deutsch mengatakan sinagoge dan sejumlah perkantoran di jalan yang sama telah tutup kala penembakan itu terjadi.

“Itu bunyinya seperti petasan, lalu kami sadar itu tembakan,” kata seorang saksi mata yang dikutip oleh penyiaran pubik ORF.

Saksi mata juga menambahkan, seorang pelaku “menembak secara liar dengan senjata api otomatis” sebelum polisi tiba dan melepaskan tembakan.

Editor : Aron
Sumber : cnnindonesia