Ilustrasi corona.
Amerika Serikat merupakan negara terparah di dunia yang terdampak pandemi COVID-19. Tercatat hingga saat ini jumlah kasus positif mencapai 8.948.212 orang.
Berdasarkan data worldometers, jumlah warga AS yang meninggal akibat virus corona sebanyak 230.926 orang. Sedangkan jumlah pasien sembuh 5.804.644 orang.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemudian memberikan penjelasan mengapa penularan COVID-19 terus melonjak. Trump mengatakan hal itu karena pihaknya memperbanyak tes corona.
“Kasus naik karena kami tes, tes, tes,” tulis Trump di akun Twitternya dikutip Selasa (27/10).
Sementara dikutip dari Reuters, jumlah kasus COVID-19 di Amerika Serikat pada minggu lalu naik 24%. Kemudian jumlah tes yang sudah dilakukan naik 5,5%.
Selain itu Trump mengatakan banyak media melakukan konspirasi terkait pemberitaan COVID-19. Ia memastikan semua akan berubah pada 4 November atau sehari setelah Pemilu AS 3 November.
“Konspirasi media berita palsu. Banyak anak muda yang sembuh dengan sangat cepat. 99,9%. Konspirasi media selalu tinggi. Pada 4 November, topik akan berubah total,” ucap Trump.
Editor : Parna
Sumber : kumparan