Miliarder Michael Bloomberg resmi maju sebagai kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat di pemilu 2020. Bloomberg yang juga merupakan bos perusahaan media itu menyatakan siap menghabiskan seluruh uangnya untuk menyingkirkan Presiden Donald Trump dalam pemilihan.

‚ÄúPrioritas nomor satu saya adalah menyingkirkan Donald Trump. Saya (siap) menghabiskan semua uang saya untuk menyingkirkan Trump,” kata Bloomberg dikutip dari Reuters, Minggu (12/1) saat melakukan kampanye di daerah Texas.

Orang nomor delapan terkaya di AS versi Forbes itu telah melakukan iklan kampanye secara besar-besaran di media sosial. Bloomberg beriklan banyak selama musim kampanye ini terutama di iklan TV dan media sosial.

“Apakah Anda ingin saya membelanjakan (iklan) lebih atau kurang?” ucap Bloomberg.

Hingga pertengahan Januari 2020, pengusaha berusia 77 tahun itu telah menghabiskan 15 juta USD untuk beriklan di televisi. Penayangan iklan kampanye Bloomberg mendominasi AS baik secara nasional maupun di Texas.

“Anda tidak bisa menjangkau 330 juta orang hanya dengan berjabat tangan. Televisi masih merupakan media ajaib,” kata mantan wali kota New York itu.

Namun, sebelum menjadi capres, Bloomberg harus bertarung menghadapi 18 kandidat lainnya dari Partai Demokrat, di antaranya yang paling kuat adalah Joe Biden dan Bernie Sanders.

Mereka akan dipilih dalam Konvensi Nasional Demokrat pada Juli 2020. Pemilih mereka adalah 3.769 delegasi negara bagian yang dipilih pada primer dan kaukus Demokrat antara Februari hingga Juni tahun depan.

Michael Bloomberg

Bloomberg yang memiliki kekayaan hingga USD 50 miliar akan melawan Trump di berbagai isu, mulai dari pengendalian senjata hingga perubahan iklim. Dia menjadikan kesuksesannya menjabat wali kota New York sebagai alasan warga AS harus memilihnya.

Bloomberg yang pindah-pindah partai dari Republik dan Demokrat menjabat wali kota New York sejak Januari 2002 hingga 2013. Di bawah kepemimpinannya, perekonomian New York bangkit kembali usai serangan teroris 11 September 2001 atau 9/11.

Perusahaannya bergerak di bidang media dan piranti lunak. Bloomberg mengatakan, sebagai pengusaha dia tahu betul soal hak-hak pekerja.

Editor: PARNA
Sumber: kumparan