Jakarta – Banyak orang acap kali mengabaikan penyebab serangan jantung dan baru mencari tahu informasi tentang hal itu saat terlambat. Padahal serangan jantung bisa menyerang tiba-tiba dan mengancam nyawa, sehingga perlu diwaspadai sejak dini.

Serangan jantung sendiri terjadi ketika satu atau lebih arteri koroner Anda tersumbat. Lama-kelamaan, arteri koroner dapat menyempit karena penumpukan berbagai zat, salah satunya kolesterol. Kondisi tersebut dikenal sebagai penyakit jantung koroner, yang merupakan penyebab serangan jantung.

Saat seseorang mengalami serangan jantung, salah satu plak dapat pecah dan menumpahkan kolesterol, lemak, dan zat lain ke dalam aliran darah. Jika cukup besar, plak dapat menghalangi atau menyumbat aliran darah melalui arteri koroner. Plak menghalangi suplai darah ke bagian jantung sehingga membuat otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi (iskemia).

Karena kekurangan darah yang membawa oksigen itulah organ bisa cepat rusak dan sangat mungkin mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Banyak orang tidak mengetahui arteri mereka bermasalah tersumbat oleh gumpalan darah sampai benar-benar mengalami serangan jantung. Biasanya, ada tanda-tanda serangan jantung yang bisa dirasakan, seperti kerap merasakan nyeri dada, atau yang sering disebut angina.

Perlu diingat bahwa serangan jantung seringkali datang tiba-tiba dan terjadi dalam durasi bermacam-macam–bisa hanya sesaat atau hingga hitungan jam. Sebenarnya ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. Berikut faktor penyebab serangan jantung yang seringkali diabaikan.

Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]

Usia. Pria berusia 45 ke atas dan wanita usia 55 ke atas lebih rentan mengalami serangan jantung daripada orang yang lebih muda. Meski begitu, hal ini tidak bisa dijadikan patokan pasti, mengingat sekarang ini serangan jantung bisa menyerang siapa saja pada usia berapa pun. Banyak kasus orang muda yang terkena serangan jantung dikarenakan menjalani pola hidup tidak sehat.

Hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat merusak arteri yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh anda. Tekanan darah tinggi rentan dialami oleh orang yang mengalami obesitas, kolesterol tinggi, diabetes. Berhati-hatilah jika di bawah kondisi tersebut karena risiko serangan jantung pun meningkat.

Merokok. Merokok dapat merusak lapisan arteri, mempertebal dinding arteri, serta menambah tumpukan lemak dan plak yang bisa menghambat aliran darah di sepanjang arteri. Asap rokok yang diisap dan masuk terserap tubuh dapat meningkatkan radikal bebas yang memicu pertumbuhan sel abnormal.

Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]

Kolesterol. Kolesterol digadang-gadang menjadi salah satu faktor penyumbat pembuluh darah. Kolesterol yang berlebihan di dalam darah akan menjadi plak dan menyebabkan penyumbatan sehingga aliran darah terganggu, akhirnya membatasi asupan darah ke jantung. Asupan darah yang tidak cukup dapat menyebabkan nyeri dada. Apabila aliran darah benar-benar tersumbat, serangan jantung pun terjadi.

Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]

Obesitas. Penting untuk selalu memantau indeks massa tubuh tetap normal. Sebab berat badan yang normal dan sehat akan menghindari tubuh dari berbagai penyakit. Kegemukan meningkatkan peluang terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit jantung, diabetes, kanker, dan asma.

Diabetes. Ketika seseorang mengidap diabetes, tubuhnya tidak dapat memproduksi cukup hormon yang dikeluarkan oleh pankreas (insulin) atau tidak bisa merespons insulin dengan baik. Akibatnya, kadar gula darah tubuh meningkat dan bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]

Riwayat keluarga. Jika orang tua, kakek-nenek, kakak-adik pernah mengalami serangan jantung atau punya riwayat penyakit jantung, Anda juga berisiko terkena serangan jantung ketimbang orang yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

Kurang aktivitas fisik. Tubuh yang aktif menghindarkan diri dari kolesterol, darah tinggi, dan obesitas. Dengan melakukan olahraga teratur, tubuh akan bugar dan kondisi kardiovaskular menjadi lebih baik.

 

Polusi udara. Kondisi udara yang buruk tak hanya berdampak pada masalah paru-paru, tapi juga bisa menjadi salah satu penyebab serangan jantung. Paparan polusi udara berlebih dapat menyebabkan kerusakan dan pembengkakan pembuluh darah.

Stres. Stres sudah pasti membuat detak jantung menjadi tidak stabil. Kondisi emosi yang tertekan seperti itu pada akhirnya meningkatkan faktor penyebab penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan [EBG]

Nyeri bahu. Seseorang yang memiliki nyeri bahu berisiko tinggi terkena penyakit jantung. Selain itu, orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung enam kali lebih mungkin mengalami pembengkakan tendon yang menempel pada otot tendon ke tulang lengan.

Psoriasis. Psoriasis adalah penyakit autoimun (kekebalan tubuh) yang menyebabkan peradangan kulit berupa bercak merah pada kulit kering yang disertai dengan sisik hingga inflamasi pembuluh darah, yang bisa berujung pada terjadinya penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Meski hanya tergolong sebagai penyakit kulit, psoriasis rentan mengalami serangan jantung 3 kali lipat dibandingkan bukan penderita psoriasis.

Pada awalnya, masalah pada jantung gejalanya sulit dikenali dan mungkin tidak mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Tapi jika dibiarkan dan diabaikan indikasi yang mengarah pada serangan jantung, penyakit ini akan memburuk.

Jika jantung Anda mulai mengalami masalah, tanda awalnya mungkin akan merasa tersengal-sengal, kehabisan napas, atau merasa lelah.

Perhatikan pula apakah ada pembengkakan di perut, pergelangan kaki, atau kaki Anda. Beberapa faktor ini adalah beberapa tanda-tanda Anda harus mencari tahu tentang penyebab serangan jantung. Dalam banyak kasus, perawatan jangka panjang dapat membantu mengendalikan agar tak terjadi serangan secara tiba-tiba.

 

Editor: PAR
Sumber: CNN Indonesia