Pojok BatamMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (SMI) dilaporkan ke Bawaslu. Keduanya diduga melakukan kampanye terselubung saat di perhelatan IMF-World Bank beberapa waktu lalu.

Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengaku kecewa dengan dua pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. Pasalnya tidak seharusnya mereka mengajak Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim untuk berpose satu jari.

“Saya kira sangat tidak bijaksana, Bukan contoh yang baik. Itu contoh sikap yang tak profesional,” ujar Riza saat dihubungi, Jumat (19/10).

Menurut Riza, seharusnya para menteri bisa menjaga pemilu dan pilpres agar tetap ?damai dan demokratis. Bukan malah menggunakan cara-cara tidak fair. Apalagi itu dilakukan oleh seorang pejabat negara di dalam forum resmi.

“Tentu menurut kami menkomar dan menkeu sudah bertindak salah,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya juga sudah melaporkan Luhut dan Sri Mulyani ke Bawaslu lewat divisi hukum? Partai Gerindra. Karena apa yang dilakukan dua pejabat negara itu murni sebuah pelanggaran. Wajar jika sampai muncul laporan soal dugaan kampanye terselubung.

“Kita minta Bawaslu memproses sesuai UU yang ada, agar menjadi pelajaran. Karena masih ada 6 bulan. Jangan sampai pejabat memanfaatkan momen acara pemerintah untuk kepentingan kampanye petahana,” tegasnya.

Sebelumnya, ?dua menteri Presiden Jokowi, Luhut dan Sri Mulyani Indrawati diduga melakukan pelanggaran pemilu. Dahlan Pido selalu masyarakat melaporkan dua menteri ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengatakan,? tindakan dua menteri ini diduga menunjukan keberpihakan kepada Jokowi selaku capres di Pilpres 2019.

Adapun pose satu jari saat penutupan International Monetary Fund (IMF)-World Bank pada Minggu (14/10). ? Pose satu jari tersebut dilakukan oleh Luhut, Sri Mulyani, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Saat di atas panggung, Christine Lagarde dan Jim Yong Kim berpose dua jari. Sementara Luhut Binsar Pandjaitan mengangkat sepuluh jari, begitu juga dengan Sri Mulyani.

Lalu, Luhut Binsar Pandjaitan merubah pose dengan mengangkat satu jari, kemudian berubah lagi dengan mengangkat jempol. Lantas orang-orang pun riuh melihat mereka berpose mengangkat jari, terutama melihat Chrstine Lagarde mengangkat dua jari.

Setelah mendengar suara riuh para tamu, Chrsitine Lagarde dan Jim Yong Kim merubah posenya menjadi satu jari. Rupanya, saat momen tersebut, suara percakapan mereka terdengar jelas.

Kejadian tersebut rupanya ramai di media sosial. Karena suara yang diucapkan Luhut Binsar Pandjaitan dan Sri Mulyani terdengar jelas.

Saat di atas panggung, Sri Mulyani meminta kepada Luhut Binsar Pandjaitan agar Christine Lagarde merubah pose dua jarinya. “Jangan pakai dua bilang, not two,” kata Sri Mulyani.

Kemudian, dengan cepat Luhut pun beraksi menimpali Sri Mulyani dengan menyarankan supaya menunjukkan jari satu saat foto bersama. “Not two, not two,” ucapnya diselingi tawa.

Lantas Christine Lagarde dan Jim Yong Kim pun mengubah pose jarinya menjadi satu jari. Seperti yang diperintahan Luhut dan Sri Mulani. Seketika itu juga Sri Mulyani memberikan penjelasan kepada Christine Lagarde dan Jim Yong Kim alasan menunjuk jari satu.

?”Two is for Prabowo, one is for jokowi,” kata Sri Mulyani kepada Chrsitine Lagarde.