Pojok Batam-Tuntaskan Polemik Nomor Seri Ijazah
TANJUNGPINANG Senator Provinsi Kepulauan Riau, Haripinto Tanuwidjaja meminta Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang untuk menuntaskan sengkarut nomor seri ijazah lulusan tahun 2015 di Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Menurutnya, UMRAH harus melakukan aksi jemput bola.
”Tidak cukup, jika hanya berkirim surat ke Kemenristek. Langkah kongkritnya adalah dengan membawa langsung data valid ke Kemenristek,” ujar Haripinto, Minggu (30/9) di Tanjungpinang.
Mantan legislator DPRD Kepri tersebut menegaskan, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut. Tentu akan membuat bimbang para alumni. Ia yakin, banyak lulusan UMRAH

Tanjungpinang akan memanfaatkan momentum seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018. Atas dasar itu, persoalan ini harus segera tuntas.
”Aksi jemput bola adalah bentuk usaha untuk mendukung para alumni menjadi seorang abdi negara. Tetapi, jika hanya sebatas lips service akan memberikan preseden buruk bagi UMRAH sendiri,” tegas Haripinto.
Masih kata Haripinto, dari siaran pers yang beredar, UMRAH Tanjungpinang berkomitmen untuk menuntaskan sengkarut nomor seri ijazah lulusan Tahun 2015 di Kemenristek dalam sepekan. Yakni terhitung sejak 20 September 2018 lalu. Akan tetapi, hingga saat ini persoalan tersebut masih belum kunjung tuntas. Sementara waktu pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (SPNS) Tahun 2018 serentak akan berakhir 10 Oktober mendatang.
”Kita minta Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri untuk turut membantu. Jika memang kesalahan di Kemenristek, tetapi tanggungjawab utama tetap berada di UMRAH,” tutup Haripinto.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Kepri, Isdianto juga mendesak UMRAH Tanjungpinang untuk segera bertindak. Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri tersebut menegaskan, jika tidak ada hiruk pikuk penerimaan CPNS 2018, tentu persoalan ini tidak akan terbongkar. Isdianto berharap, peluang yang ada bisa dimanfaatkan putra-putra Kepri untuk menjadi seorang abdi negara.
”Harus segera dituntaskan, karena ini masih menjadi tanggungjawab Umrah. Jangan buat para lulusan cemas, apalagi untuk ikut seleksi CPNS 2018,” tegas Isdianto.(jpg)