Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro didampingi Polri Brigjen Pol. Untung Widyatmoko memberikan keterangan pers pengungkapan kasus tindak pidana perjudian online jaringan internasional di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/7/2024). Foto: Hafidz Mubarak/ANTARA FOTO
Host tersebut ditugaskan untuk melakukan siaran langsung sambil berpakaian minim. Bahkan juga tanpa menggunakan pakaian hingga berhubungan seks.
“Ada pun host tersebut melaksanakan live streaming sambil berpakaian minim atau seksi sampai dengan tidak berpakaian dan berhubungan intim,”
Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro
Agen yang merekrut mereka bertugas untuk mengatur jam kerja host. Selain itu, juga untuk menilai kinerjanya untuk membagi pendapatan. 
“Para host ditargetkan untuk melakukan live streaming selama tiga jam setiap hari dan mendapatkan gaji minimum dan para host akan mendapatkan bonus gift yang diberikan oleh viewers,” jelas dia.
“Berdasarkan proses penyidikan didapatkan informasi terkait dengan pembagian persentase agen dan host. Di mana agen mendapatkan keuntungan 10% dari gaji dan gift,” tambahnya.
Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 8 orang tersangka. Mereka ialah: Chen Cun Wei selaku marketing; Siti Murtafiah selaku costumer service; kemudian Wilhemus Ngilitubun selaku agen.
Kemudian, Krismonica Apriliana, Anastasia Irma, Nani Handayani, Dian Trisnawati, dan Sintia yang berperan sebagai host live streaming.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP dan atau Pasal 45 Ayat 1 dan 3 Juncto Pasal 27 Ayat 1 dan 2 UU ITE dengan ancaman 10 tahun penjara. (*)