Sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, mengklaim berhasil “membunuh dan melukai” sekelompok pasukan Israel di kamp Shaboura di kota Rafah, Jalur Gaza, Palestina, pada (10/6). (REUTERS/Hatem Khaled)

Sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, mengklaim berhasil “membunuh dan melukai” pasukan Israel di kamp Shaboura di kota Rafah, Jalur Gaza, Palestina, pada (10/6).

Melalui pernyataan di Telegram, Brigade Qassam menuturkan telah meledakkan sebuah rumah jebakan yang berisi pasukan Israel di dalamnya.

“Segera setelah kedatangan pasukan penyelamat, [pejuang] kami menghancurkan sekitar rumah yang diledakkan dengan mortir,” bunyi pernyataan Brigade Qassam.

Bentrokan ini terjadi ketika Israel terus menggempur Gaza, terutama Rafah, setelah melancarkan agresi brutal ke wilayah itu sejak 7 Oktober lalu.

Per Senin (10/6), agresi brutal Israel telah menewaskan 37.124 warga Palestina dan melukai 84 ribu orang lainnya.

Saat ini, komunitas internasional semakin mendesak Hamas dan Israel untuk gencatan senjata permanen, termasuk sekutu dekat Tel Aviv, Amerika Serikat.

Sebelumnya, Hamas telah menerima usulan gencatan senjata yang disusun Mesir dan Qatar, tetapi Israel menolak usulan tersebut dan memutuskan melancarkan serangan darat di kota selatan Rafah, di mana banyak kamp tenda pengungsi warga Palestina.

Israel mengupayakan gencatan senjata sementara sambil mempertahankan kehadiran militernya di Gaza, sementara Hamas bersikeras mengakhiri perang, penarikan pasukan Israel, mengizinkan pengungsi Palestina untuk kembali ke wilayah mereka.

Kelompok pejuang Palestina ini juga mengizinkan mendatangkan bantuan kemanusiaan yang cukup sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan.

Faksi-faksi Palestina, termasuk Hamas dan Jihad Islam, telah menangkap sekitar 239 orang, menurut perkiraan media Israel, saat serangan mendadak yang diluncurkan ke situs militer dan permukiman yang berdekatan dengan Gaza pada 7 Oktober 2023.

Editor: PARNA
Sumber: cnnindonesia.com