OJK memblokir 5.364 rekening buntut kasus judi online. Pemilik 5.364 rekening itu juga di-blacklist sehingga tak bisa membuka rekening di bank manapun. Ilustrasi rekening. ( iStockphoto/utah778).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memblokir ribuan rekening yang terkait dengan judi online.

Nama pemilik rekening tersebut juga sudah ditandai sehingga mereka tidak bisa lagi membuka rekening di bank manapun.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyebut sejauh ini sudah ada 5.364 rekening bank dan 555 akun dompet digital yang diblokir.

“Kami akan lihat yang dari yang sudah diblokir ini untuk kita lakukan langkah-langkah lebih lanjut ya,” kata Mahendra di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/5).

“Untuk melihat kemungkinan bagaimana nama-nama pemiliknya juga untuk menjadi orang-orang yang kemudian harus diperhatikan di seluruh bank, bukan hanya di bank-bank tempat rekening mereka diblokir,” imbuhnya.

Bank, kata Mahendra, juga mempelajari tipologi atau ciri-ciri rekening yang biasa digunakan sebagai rekening judi online. Sehingga apabila ada temuan mencurigakan, pihak bank memiliki wewenang untuk menindaklanjuti rekening tersebut.

“Kan rekening itu aktivitasnya punya pola ya, dan itu yang akan kami pahami dan selanjutnya Bank harus bisa enforce,” ujarnya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo sepakat agar dibentuk Satgas pemberantasan judi online di Indonesia.

Kesepakatan tersebut diambil usai Jokowi menggelar rapat internal bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju hari ini. Satgas tersebut beranggotakan lintas kementerian/lembaga yang akan diresmikan dalam pekan ini.

“Sesuai arahan Bapak Presiden akan dibentuk satgas judi online di mana ketuanya Pak Menkopolhukam, ketua bidang pencegahannya Menkominfo, dan ketua penindakannya adalah Pak Kapolri,” ujar Menkominfo Budi Arie Setiadi.

Editor: PARNA
Sumber: cnnindonesia.com