Ilustrasi pria sedang minum alkohol. Kebiasaan minum alkohol berlebihan dan sering bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit hati. (jcomp/ Freepik)

Gaya hidup yang Anda jalani tanpa Anda sadari bisa menyebabkan timbulnya penyakit hati. Penyakit hati bisa meliputi hepatitis, sirosis, dan kanker.

Penyakit hati yang sudah parah bisa menyebabkan gagal hati. Mengutip Health Central, penyakit ini cenderung berkembang secara diam-diam dan sering kali tanpa gejala.

Pada saat Anda mengetahui bahwa Anda mengidapnya, penyakit ini mungkin telah berkembang ke stadium lanjut.

Itu sebabnya identifikasi dini terhadap gaya hidup yang berisiko menyebabkan timbulnya penyakit hati sangatlah penting.

Baca terus artikel ini untuk tahu gaya hidup seperti apa yang bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit hati.

Gaya hidup seperti apa yang menyebabkan timbulnya penyakit hati?

Disari dari Very Well Health dan Health Central, faktor gaya hidup berperan besar terhadap penyakit hati.

Berikut gaya hidup yang bisa menjadi penyebab penyakit hati, terutama jika Anda memang memiliki kecenderungan genetik untuk terkena penyakit hati:

Minum alkohol

Kebiasaan minum alkohol adalah gaya hidup tidak sehat yang merusak hati, terutama jika Anda suka mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Ketika Anda minum alkohol, hati adalah organ yang akan memecahnya untuk kemudian dibuang keluar tubuh Anda.

Menurut penjelasan Health Central, pemecahan alkohol di hati, menyebabkan penumpukan lipid atau lemak di organ.

Seiring waktu, lemak tersebut dapat merusak fungsi hati dan menyebabkan organ ini meradang dan membesar.

Kondisi ini disebut sebagai penyakit hati berlemak terkait alkohol (alcoholic fatty liver disease).

Jika tidak ditangani, kerusakan hati itu menyebabkan jaringan parut menggantikan jaringan hati yang sehat (dikenal sebagai sirosis).

Jenis kerusakan ini tidak dapat diperbaiki, sehingga menyebabkan penyakit hati kronis. Faktanya, penggunaan alkohol adalah penyebab utama sirosis, menurut Very Well Health.

Semakin banyak dan semakin lama Anda biasa minum alkohol, semakin tinggi risiko Anda terkena penyakit hati terkait alkohol.

Selain perlemakan hati alkoholik dan sirosis, penyakit hati yang bisa timbul akibat kebiasaan minum alkohol adalah hepatitis alkoholik dan kanker.

Memiliki berat badan berlebih

Pola makan tidak sehat dan perilaku yang tidak banyak bergerak (perilaku sedentari) merupakan gaya hidup yang bisa menyebabkan obesitas.

Menurut Very Well Health, memiliki berat badan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit, termasuk diabetes dan kolesterol tinggi.

Hal ini pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit hati berlemak nonalkoholik (non-alcoholic fatty liver disease/NAFLD).

Dengan kondisi ini, lemak menumpuk di hati, meningkatkan risiko sirosis dan kanker.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, sepertiga hingga dua pertiga penderita diabetes tipe 2 menderita NAFLD, dan penyakit ini terjadi pada lebih dari 90 persen orang yang mengalami obesitas parah.

Penelitian baru juga menunjukkan bahwa kolesterol tinggi mempercepat terjadinya penyakit hati berlemak.

Dengan demikian, jika Anda menderita obesitas, diabetes, atau kolesterol tinggi, Anda berisiko mengalami kelebihan lemak dan peradangan di hati, yang pada akhirnya menyebabkan penyakit hati kronis.

Paparan racun

Organ hati kita memiliki tugas besar dalam menyaring racun.

Racun ini bisa berasal dari apa saja yang masuk dalam tubuh Anda. Selain alkohol, racun bisa berasal dari pestisida dalam produk makanan, obat-obatan, dan emisi kendaraan.

Semakin banyak racun yang bersentuhan dengan hati Anda, semakin besar kemungkinannya Anda terkena penyakit hati.

Jika Anda bekerja atau tinggal di lingkungan yang memiliki paparan bahan kimia lebih besar dari rata-rata (misalnya, tinggal di dekat pabrik atau peternakan komersial besar), sebaiknya konsultasi rutin dengan dokter tentang kondisi kesehatan hati Anda.

Untuk mengurangi paparan racun yang bisa menyebabkan penyakit hati, Anda bisa melakukan beberap hal ini:

Menghindari atau mengenakan sarung tangan saat membersihkan rumah dengan bahan kimia;

Cuci buah dan sayuran untuk menghilangkan pestisida. Pertimbangkan untuk membeli produk organik untuk Anda dan keluarga;

Menggunakan masker untuk menghindari menghirup asap kendaraan, cat, atau aseton.

Mengkonsumsi suplemen

Kebanyakan orang beranggapan mengonsumsi suplemen secara teratur akan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan. Namun, faktanya risiko penyakit hati bisa semakin besar, jika terlalu banyak dan sering mengonsumsi suplemen, bahkan termasuk yang berlabel “herbal”.

Hingga 20 persen cedera hati disebabkan oleh suplemen, menurut keterangan Very Well Health.

Menurut artikel tahun 2022 di jurnal Gastroenterology and Hepatology, tumbuhan yang paling sering dikaitkan dengan kerusakan hati meliputi:

  • Camellia sinensis
  • Garcinia¬†cambogia
  • Ginkgo biloba
  • Produk herbalife
  • Teh kombucha

Banyak dari suplemen ini dikemas untuk menurunkan berat badan atau menambah energi.

Sebelum mengonsumsi suplemen secara rutin, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mempertimbangkan efek sampingnya dan reaksi obat yang mungkin terjadi, jika Anda pengguna obat resep tertentu.

Demikianlah sejumlah gaya hidup yang harus Anda waspadai karena bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit hati.

Jika Anda atau orang terdekat Anda memiliki gaya hidup seperti dk atas, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hati.

Intervensi dini dapat membantu memulihkan penyakit hati, sebelum rusak secara permanen.

Editor:PARNA
Sumber: kompas.com