Wali Kota Batam Muhammad Rudi, memaparkan kondisi dan kesuksesan pembangunan Batam kepada ratusan Doktor dan Profesor Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia.

Hal itu Rudi sampaikan saat Gala Diner bersama Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI), di Golden Prawn, Bengkonglaut, Bengkong, Batam, selasa (15/5/2024) malam.

“Selamat datang di Kota Batam. Mudah-mudahan silaturahmi ini berbuah nilai positif untuk kemajuan Kota Batam,” ujarnya.

Di kesempatan ini, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini memapar sejumlah pembangunan di Kota Batam. Misalnya seperti pembangunan dan pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

“Ini harus segera diselesaikan. Orang masuk ke kota Batam saat ini mencapai 6 juta orang setiap tahun. Jumlah ini akan terus meningkat. Oleh sebab itu, Bandara harus dibangun,” katanya.

Dijelaskan, bahwa saat ini bandara Hang Nadim telah memiliki rute penerbangan langsung ke luar negeri, seperti dari Batam ke Kualalumpur Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan. Tak hanya itu, nantinya rute penerbangan ke luar negeri akan terus bertambah.

“Bapak/ibu kalau mau berangkat ke luar negeri lewat Batam saja,” kata Suami Wakil Gubernur Kepulauan Riau ini.

Selanjutnya, Rudi memaparkan pengembangan pelabuhan logistik di Batuampar. Menurutnya, pelabuhan ini akan menjadi sumber pendapatan negara, khususnya Kota Batam.

“Sekarang ke China tak perlu lagi melalui Negara lain. Dari Batam sudah bisa langsung, artinya nilai barang ini nantinya akan lebih murah karena nilai pengirimannya juga lebih murah. Nantinya, Rute ini juga akan bertambah,” jelasnya.

Selain itu, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang yang sudah mulai dikerjasamakan. KEK Kesehatan ini akan bertaraf Internasional.

“Sekarang orang Indonesia kalau sakit pergi berobatnya kemana? Nanti setelah ini selesai bapak/ibu tak perlu khawatir untuk berobat ke luar. Datang saja ke Kota Batam,” terangnya.

Tak hanya itu, Rudi juga mengatakan, bahwa saat ini jalan-jalan di Kota Batam telah dibangun. Selain untuk mempermudah mobilisasi orang dan barang, pembangunan jalan ini akan mendukung seluruh aktifitas pembangunan di Batam.

“Perlu diketahui, di Kota Batam tidak ada kelas jalan. Semua jalan bertaraf Internasional. Jadi kendaraan berat bisa lewat jalan dimana saja,” jelasnya.

Rudi mengaku, pembangunan yang dilakukan untuk meneruskan cita-cita Presiden ke 3 BJ Habibie, menjadikan Batam sebagai Kota Baru yang Modern.

“Saya hanya melanjutkan cita-cita dan perencanaan yang sudah ada sejak beliau memimpin Batam,” tutupnya.

Editor: PARNA