Foto: DW (News)

Facebook mendapat komentar pedas dari mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Komentar trump membuat saham induk Facebook, Meta Platforms (META) turun 4% pada perdagangan hari Senin.

Adapun Trump menyebut media sosial milik Mark Zuckerberg itu sebagai musuh sejati rakyat. Sebelumnya pada hari Jumat, saham Meta juga turun 1,2% usai Trump melontarkan komentar yang sama di media sosial Truth Social.

Dikutip dari CNN, Selasa (12/3/2024), valuasi pasar Meta telah turun lebih dari US$ 60 miliar atau atau sekitar Rp 930 triliun (kurs Rp 15.500) sejak Trump mengeluarkan komentar.

“Ini ada hubungannya dengan komentar mantan Presiden Trump,” kata Gil Luria, analis di D.A. Davidson.

Menurutnya Facebook berulang kali terseret dalam masalah politik. Ia menyebut hal ini memberi sentimen negatif bagi perusahaan.

Trump juga tak lagi mendukung larangan TikTok yang didukung oleh mayoritas legislasi AS. Alasannya, larangan terhadap TikTok justru memberikan benefit bagi Facebook yang sudah lama menjadi lawan Trump.

“Hal yang saya tidak suka adalah tanpa TikTok, Anda dapat membuat Facebook lebih besar, dan saya menganggap Facebook sebagai musuh masyarakat, bersama dengan banyak media,” ujarnya kepada CNBC.

Sebagai informasi, Facebook menangguhkan akun Trump selama dua tahun sejak pecahnya kerusuhan Capitol pada 6 Januari 2021. Namun Meta mengaktifkan kembali akun Facebook dan Instagram Trump pada Februari 2023.

“Saya pikir Facebook sangat tidak jujur. Saya pikir Facebook telah memberikan dampak yang sangat buruk bagi negara kita, terutama ketika menyangkut pemilu,” tuturnya.

Editor:PARNA
Sumber: detik.com