Militer AS punya teknologi baru yang bisa menghancurkan kapal laut dalam sekali serangan. Laboratorium penelitian mereka bahkan telah merilis rekaman senjata mutakhir tersebut yang diberi nama QUICKSINK dalam uji coba di Teluk Meksiko.

Laboratorium Riset Angkatan Udara dan Tim Uji Terpadu Eglin pertama kali melaksanakan uji coba QUICKSINK pada 28 April 2022. Menggunakan jet tempur F-15E Strike Eagle, sebuah bom dijatuhkan dari udara, menuju kapal pengangkut barang tanpa penumpang. Dengan cepat, bom itu meluncur dan menghancurkan kapal dalam waktu kurang dari 30 detik. Dalam cuplikan video kedua, kapal bahkan terbelah menjadi dua.
Angkatan Udara AS tidak merinci bagaimana teknologi itu dibuat. Yang pasti, cara kerjanya diklaim sangat efektif untuk menghancurkan kapal musuh. Mereka hanya memberi sedikit informasi bahwa QUICKSINK melibatkan Joint Direct Attack Munition (JDAM) seberat 907 kilogram yang telah dimodifikasi. JDAM adalah teknologi untuk mengubah bom tak terarah menjadi amunisi pintar yang mampu mengenai sasaran secara akurat.
Sistem JDAM memungkinkan bom yang jatuh bebas mengenai sasaran dengan akurasi 5 meter atau lebih jika tersedia data GPS. Bahkan, jika data GPS tidak ada sekalipun, ia dapat mencapai target dalam margin kesalahan 30 meter.
Selama ini, torpedo–rudal bawah air yang ditembakkan dari kapal atau kapal selam– diketahui cara paling umum untuk menenggelamkan kapal musuh. Namun, teknologi baru ini menawarkan militer cara yang lebih efektif buat menghancurkan kapal dari langit. Selain itu, senjata ini jauh lebih murah dibandingkan torpedo, dan dapat digunakan di wilayah laut yang lebih luas.
“Torpedo berbobot berat namun mahal dan hanya digunakan oleh sebagian kecil angkatan laut. Dengan QUICKSINK, kami telah mendemonstrasikan solusi berbiaya rendah dan lebih gesit untuk digunakan oleh sebagian besar pesawat tempur Angkatan Udara, memberikan lebih banyak pilihan kepada komandan kombatan dan pejuang perang,” papar Mayor Andrew Swanson, kepala divisi Advanced Programs TES ke-85.
“Kapal selam Angkatan Laut memiliki kemampuan untuk meluncurkan dan menghancurkan kapal dengan satu torpedo, namun QUICKSINK JCTD bertujuan untuk mengembangkan metode berbiaya rendah dengan efektivitas seperti torpedo dan diluncurkan
dari udara dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dan dalam jangka waktu lebih cepat, serta wilayah yang jauh lebih luas,” jelas Kirk Herzog, manajer program AFRL.
Editor: PARNA
Sumber: kumparan