Jika kamu menghabiskan enam jam atau lebih per hari untuk duduk atau berbaring dan tidak melakukan aktivitas fisik dalam rutinitasmu, maka menurut definisi kamu termasuk orang yang menjalani gaya hidup sedentary alias tidak banyak bergerak.

Hal ini dapat berdampak besar pada kesehatan dan umur kita, menggandakan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan obesitas.

Kurang gerak juga dapat “meningkatkan risiko kanker usus besar, tekanan darah tinggi, osteoporosis, kelainan lipid, depresi dan kecemasan,” menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Lalu bagaimana jika pekerjaan mengharuskan kita duduk dalam waktu yang lama?

Berita baiknya, Sebuah studi mengatakan bahwa meskipun kita duduk sepanjang hari —misalnya saat bekerja di kantor— ada cara untuk mengimbangi dampak negatifnya agar bisa hidup lebih lama.

Masalah gaya hidup kurang gerak (sedentary living) ternyata lebih luas dari yang mungkin kita sadari, kata WHO. “Enam puluh hingga 85 persen orang di dunia—baik dari negara maju maupun berkembang—menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak, menjadikannya salah satu masalah kesehatan masyarakat yang lebih serius namun belum ditangani secara memadai,” otoritas kesehatan memperingatkan.

Faktanya, organisasi tersebut mencatat bahwa lebih dari dua juta kematian disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik setiap tahunnya. Hal ini menempatkan gaya hidup sedentary di antara 10 penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.

Sebuah penelitian baru-baru ini menyoroti bagaimana terlalu lama duduk meningkatkan risiko kematian seseorang.

Duduk selama enam jam mungkin terdengar berlebihan, namun penelitian menunjukkan bahwa banyak orang duduk lebih lama setiap hari.

Faktanya, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine yang mengamati sekitar 12.000 orang menemukan bahwa hanya 5.943 orang yang duduk kurang dari 10,5 jam setiap hari, sementara 6.042 orang duduk selama 10,5 jam atau lebih.

Orang yang duduk lebih dari 12 jam per hari mempunyai risiko paling besar terkena dampak buruk terhadap kesehatan. Kelompok tersebut mengalami peningkatan risiko kematian sebesar 38 persen, dibandingkan dengan mereka yang duduk selama delapan jam sehari atau kurang.

Berolahraga selama 22 menit setiap hari dapat mengimbangi efeknya

Sekarang untuk kabar baiknya. Bahkan di antara orang-orang yang paling banyak duduk, melakukan olahraga ringan hingga berat secara terkonsentrasi selama setidaknya 22 menit per hari dapat mengimbangi efek duduk dalam waktu lama.

Olahraga membantu menurunkan risiko kematian dini atau kecacatan di antara individu dalam penelitian ini.

Jika dilakukan setiap hari, jumlah olahraga ini akan berjumlah lebih dari 150 menit per minggu, dan memenuhi kuota aktivitas fisik yang direkomendasikan.

Lebih banyak lebih baik

Selama orang berolahraga setidaknya selama 22 menit pada suatu waktu dalam sehari, mereka menurunkan risiko kematian, berapa pun jam yang mereka habiskan untuk duduk, kata para peneliti. Namun, tim mencatat bahwa meningkatkan jumlah atau intensitas olahraga dapat membantu mengimbangi efek negatif dari duduk.

Itu sebabnya, jika kamu cenderung duduk dalam waktu lama, ada baiknya menantang diri sendiri untuk mulai bergerak. Tetap konsisten dan meningkatkan latihan bisa menyelamatkan hidupmu.

Editor: PARNA

Sumber: kompas.com