Sebuah pesawat Delta Air Lines harus kembali ke Bandara Schipol Amsterdam, Belanda, setelah insiden belatung menimpa penumpang dari atas.
Pada Selasa (13/2), sebuah koper misterius berisi ikan busuk ditemukan di tempat sampah dalam penerbangan DL133 dari Amsterdam, Belanda ke Detroit, Amerika Serikat.

Menurut laporan AirLive, belatung mulai keluar dan menimpa penumpang kelas ekonomi dalam penerbangan tersebut.

Begitu pesawat mendarat, para penumpang pun turun dan koper berisi ikan busuk yang sudah dikerubungi belatung itu dimasukkan ke dalam tas untuk dibakar.

Salah satu penumpang di pesawat, dengan akun X/Twitter@kelce__berkata: “Sungguh menyenangkan bisa menempuh perjalanan 2 jam hingga 8 jam @Delta ke Amsterdam dan menemukan ada ikan busuk dan belatung yang menumpang bersama kami.”

Pengguna X lainnya membalasnya dengan menanyakan bagaimana seseorang bisa masuk ke dalam pesawat tanpa isi tas terdeteksi oleh keamanan bandara.

@kelce__ membalas dengan menulis: “Semua pemikiran kami persis seperti itu.”

Seorang pelancong yang terkena dampak dalam penerbangan bersama belatung itu juga menulis di Reddit bahwa mereka dan keluarga mereka berada di barisan tepat di depan belatung.

“Wanita yang berada tepat di belakang kami memberi tahu pramugari bahwa belatung-belatung itu berjatuhan di kepalanya. Ugh. Saya berbalik dan belatung-belatung itu bergoyang-goyang di kursi,” beber pelancong itu.

Dalam pernyataannya kepada People, Delta Air Lines mengatakan pesawat telah dibersihkan secara menyeluruh dan penumpang dipesan ulang untuk penerbangan berikutnya yang tersedia ke Detroit dengan pesawat berbeda.

“Kami meminta maaf kepada pelanggan Penerbangan 133 pada 13 Februari 2024, karena perjalanan mereka terganggu akibat koper yang tidak dikemas dengan benar. Pesawat kembali ke gerbang dan penumpang ditempatkan pada penerbangan berikutnya yang tersedia,” bunyi pernyataan itu.

Delta Air Lines mengatakan pesawat itu ditarik sementara dari layanan untuk dibersihkan. Belum diketahui siapa pemilik koper itu dan kenapa awak kabin tidak mengetahui keberadaannya.

Editor: PARNA
Sumber: cnnindonesia.com