Kasus penembakan di stasiun kereta bawah tanah di New York, Amerika Serikat, kembali terjadi. Kali ini, korbannya berjumlah enam orang, satu di antaranya sedang dalam kondisi kritis.

Dilansir AFP, Selasa (13/2/2024), peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin (12/2) sore waktu New York. Peristiwa itu terjadi tepat sebelum jam sibuk kereta dimulai.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan dari peristiwa itu ada satu pasien dalam kondisi kritis dibawa ke rumah sakit, begitu pula empat orang dalam kondisi serius dan satu orang mengalami luka ringan. Pelaku penembakan itu disebut tidak memiliki motif atas penembakan itu.

Stasiun penyiaran menunjukkan tanggap darurat besar-besaran terjadi di stasiun kereta bawah tanah Mount Eden Avenue di wilayah utara Bronx, sembilan mil (14 kilometer) utara Times Square Manhattan.

Setelah peristiwa itu terjadi polisi langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian sidik jari setelah penembakan tersebut.

“Kami berada di lokasi dalam penyelidikan yang sedang berlangsung di Stasiun Mount Eden Avenue di (kereta bawah tanah) di Bronx. Harap hindari daerah tersebut… Gunakan rute alternatif dan perkirakan lalu lintas di daerah tersebut,” ujar Wakil Komisaris polisi New York untuk operasi, Kaz Daughtry.

Diketahui, penembakan massal sering terjadi di Amerika Serikat, dimana jumlah senjata api lebih banyak dibandingkan jumlah penduduknya dan sekitar sepertiga orang dewasa memiliki senjata api.

Survei menunjukkan mayoritas warga Amerika mendukung peraturan senjata yang lebih ketat, namun lobi senjata yang kuat dan mobilisasi pemilih yang mendukung budaya hak kepemilikan senjata yang kuat di negara itu telah berulang kali menghalangi anggota parlemen untuk mengambil tindakan.

New York memiliki tingkat pembunuhan yang lebih rendah dibandingkan kota-kota besar di AS, dan kepemilikan senjata api di tempat umum adalah tindakan ilegal bagi warga sipil di hampir semua kasus.

Editor: PARNA

Sumber: detik.com