Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah bahwa perjalanan waktu dapat dilakukan, demikian pula eksistensi penjelajah waktu. Namun tidak ada salahnya berandai-andai seperti yang dilakukan Bill Gates.
Dalam podcast Unconfuse Me, sang pendiri Microsoft menyebut jika dia bertemu dengan penjelajah waktu dari tahun 2100, pertanyaan pertamanya bukan tentang keluarganya atau berapa harga saham Microsoft saat itu.

Pertanyaannya adalah, apalah umat manusia berkembang pada saat itu? “Pada akhirnya, semua diukur mengenai kesejahteraan manusia,” katanya. Dengan kata lain, ia ingin mengetahui apakah di masa itu, manusia lebih baik keadaannya atau tidak.

Dalam episode tersebut, dia mewawancarai ilmuwan data Universitas Oxford, Hannah Ritchie, yang bukunya Not the End of the World menawarkan pandangan optimistiss tentang bagaimana dunia dapat memenangkan perjuangan melawan perubahan iklim.

Gates menanyakan apa yang ingin ditanyakan Hannah ke penjelajah waktu. “Berapa persentase penduduk dunia dapat hidup dengan penghasilan hingga USD 20 per hari pada tahun 2100? Jawabannya akan mengungkap sedikit tentang tingkat kemiskinan masa depan, dan apa kita telah mencapai kemajuan dalam bidang kesehatan, pertanian, dan kemiskinan,” kata Ritchie.

Saat ini, sekitar 9% penduduk dunia atau lebih dari 700 juta orang hidup dengan pendapatan kurang dari USD 2,15 per hari, yang menurut Bank Dunia adalah kemiskinan ekstrem. Jika sebagian besar orang hidup dengan pendapatan hampir USD 20 per hari tahun 2100, terutama di negara berpenghasilan rendah, itu adalah pencapaian luar biasa dan tanda manusia kemungkinan besar mencapai kemajuan dalam mitigasi perubahan iklim.

“Asumsi saya adalah bahwa perubahan iklim tidak menimbulkan dampak yang sangat buruk, pertanian hancur dan kesehatan sangat buruk, dan masyarakat terjerumus ke dalam kemiskinan,” kata Ritchie yang dikutip detikINET dari CNBC, Senin (12/2/2024).

Awalnya, Gates mengatakan dia lebih memilih untuk bertanya tentang produksi energi dan kecerdasan buatan. “Bagaimana Anda menghasilkan energi? Dan kemudian bagaimana AI membantu mereka bersatu atau bagaimana mereka mengatasi tantangan tersebut,” katanya.

Gates memang tidak setuju AI akan menimbulkan bencana karena menurutnya, teknologi tersebut pada akhirnya dapat membantu dunia memecahkan tantangan global di berbagai bidang seperti kesehatan dan pendidikan. Dia masih menjabat sebagai penasihat Microsoft, yang telah menginvestasikan miliaran dolar di startup penelitian AI OpenAI, setelah meninggalkan dewan direksi pada tahun 2020.

Namun setelah direnungkan, terlepas dari ketertarikan pribadinya pada energi dan AI, Gates berubah pikiran dan menyelaraskan tanggapannya lebih dekat dengan pertanyaan Ritchie, yaitu tentang bagaimana nasib manusia di masa depan.

Editor: PARNA
Sumber: detik.com