YouTube mengeluarkan banyak uang untuk membayar para kreator kontennya selama tiga tahun terakhir. Nominalnya sendiri cukup fantastis, yakni 70 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.095 triliun (kurs Rp 15.644,9).

Hal ini diungkap oleh CEO YouTube, Neal Mohan, melalui pernyataan di blog resmi perusahaan. Gaji tersebut diberikan kepada YouTuber yang masuk dalam YouTube Partner Program (YPP), program bagi hasil iklan dan langganan.

Mohan gak cuma mengumumkan pengeluaran perusahaan untuk content creator. Dia juga berbicara tentang fokus perusahaan pada kecerdasan buatan untuk mempermudah pembuatan video, peningkatan kualitas video, dan semakin banyak pengguna yang berlangganan layanan premiumnya.

YouTube sendiri mengaku menghasilkan lebih dari 9 miliar dolar AS (sekitar Rp 140 triliun) untuk Alphabet (induk perusahaannya) pada tahun lalu. Platform video ini telah menjadi sumber potensi pertumbuhan yang besar bagi Alphabet, seiring semakin banyaknya pengguna menghabiskan waktu hiburannya dengan streaming video.

“Mereka menonton YouTube seperti saat kami duduk bersama saat menonton acara TV tradisional,” kata Mohan, dikutip kumparan dari blog resmi YouTube, Jumat (9/2).

YouTube kini memiliki lebih dari 3 juta channel (akun YouTube) yang terdaftar dalam program YPP. Channel tersebut, yang kebanyakan milik individu dan perusahaan kecil, dapat bagian dari pendapatan yang dihasilkan videonya.

Soal langganan, Mohan menekankan pentingnya layanan premium bagi YouTube karena akan mendorong lebih banyak pertumbuhan pada 2024.

Pada tahun lalu, misalnya, mereka menghasilkan 15 miliar dolar AS (sekitar Rp 234 triliun) yang didorong oleh YouTube TV, YouTube Music, dan penawaran tiket mingguan NFL. Mohan juga mengungkapkan bahwa YouTube TV kini memiliki 8 juta pelanggan, sementara YouTube Music punya 100 juta pelanggan.

Editor: PARNA

Sumber: kumparan