Kopi merupakan salah satu minuman yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Meskipun demikian, dampak konsumsi kopi kerap diperdebatkan.

Bagi beberapa orang, kopi merupakan minuman yang akan menambah energi dan mendorong produktivitas. Namun, ada juga yang berpandangan bahwa kopi menjadi minuman yang dapat memicu beberapa penyakit seperti asam lambung.

Lantas, apa yang terjadi jika tubuh berhenti minum kopi selama 30 hari?

1. Berat badan turun

Berhenti mengonsumsi kafein yang ada dalam kopi berpotensi menurunkan berat badan, dikutip dari Eating Well.

Efek ini akan lebih tampak jika Anda termasuk orang yang sering minum kopi dicampur dengan bahan lain, seperti gula, susu, creamer, atau bahan lainnya.

Sebagai informasi, secangkir kopi dengan 2 sendok makan krim kental dan 2 sendok teh gula memiliki sekitar 130 kalori.

Berbeda dari kopi hitam, segelas kopi susu dengan tambahan gula memiliki 250 kalori dan 33 gram gula.

Jadi secara tidak langsung, berhenti minum kopi selama 30 hari memungkinkan berat badan untuk turun. Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh jika Konsumsi Bunga Telang Selama 30 Hari

2. Gigi jadi lebih putih

Gigi orang yang rutin minum kopi lebih mudah berubah warna menjadi lebih kuning. Sebab, kopi mengandung zat tanin yang akan menempel di gigi.

Ketika rutin minum kopi, zat tanin akan terus menumpuk dan membuat gigi lebih kuning, dikutip dari Healthline.

American Dental Association bahkan menempatkan kopi dan soda sebagai makanan yang paling merusak gigi karena dapat mengikis enamel gigi. Oleh karena itu, berhenti minum kopi akan membuat gigi lebih cerah dan berwarna putih seperti sebelumnya.

3. Tidur lebih nyenyak

Kafein yang ada di dalam kopi akan meningkatkan kewaspadaan seseorang, termasuk pada malam hari. Halaman Berikutnya

Selain itu, kafein akan menghambat zat adenosin, bahan kimia yang membuat tubuh mengantuk dan tertidur, dilansir dari Sleep Organization.

Kendati demikian, sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda pada setiap individu dan bergantung pada seberapa sering kafein dikonsumsi.

Hindari kafein minimal 8 jam sebelum tidur untuk memastikan kualitas tidur lebih baik. Baca juga: 6 Kelompok Orang yang Tak Dianjurkan Minum Kopi HItam

4. Lebih jarang buang air kecil

Zat kafein yang terkandung di dalam kopi memiliki fungsi yang mirip dengan obat pencahar, dikutip dari WebMD.

Dengan demikian, orang yang rutin mengonsumsi kopi akan lebih sering buang air kecil daripada yang tidak.

Selain itu, rutin minum kopi akan membuat tubuh lebih sering mengeluarkan tinja dalam bentuk encer.

Tidak minum kopi selama beberapa hari akan mengurangi jumlah buang air kecil per harinya.

Editor: PARNA

Sumber: kompas.com