Pernahkah memperhatikan saat cuaca dingin, Anda akan buang air kecil lebih sering daripada biasanya.

Anda tidak sendirian karena kasus itu juga dialami oleh banyak orang lainnya dan merupakan hal yang normal. Namun, kenapa bisa terjadi?

Dikutip dari Science ABC, tubuh kita memiliki metode yang tidak terhitung jumlahnya untuk mempertahankan diri dan paparan terhadap suhu dingin merangsang beberapa proses untuk menjaga kita tetap aman.

Untuk menjaga suhu inti tubuh, kita mengalami sesuatu yang disebut vasokonstriksi saat kedinginan.

Proses tersebut terjadi ketika darah melewati pembuluh darah dan dekat kulit, suhu dingin dari luar mendinginkan darah yang kemudian bergerak ke seluruh tubuh lalu menurunkan suhu inti kita.

Untuk mencegah hal tersebut, tubuh menyimpan darah sebanyak mungkin di dekat inti tubuh agar tetap hangat.

Pembuluh darah dan kapiler di ekstremitas seperti jari tangan, kaki, telinga, dan hidung akan menyempit, sehingga lebih sedikit darah yang mengalir melalui area tersebut.

Namun. ketika tubuh menyempitkan pembuluh darah itu, ruang yang ditempati darah menjadi lebih sedikit tetapi jumlah darah tetap sama.

Hal tersebut menyebabkan tekanan darah meningkat. Sehingga menyebabkan fenomena yang disebut diuresis dingin.

Peningkatan aktivitas aliran darah ini mendorong ginjal untuk menyaring racun dari darah kita lebih cepat sehingga kita lebih sering ke kamar mandi.

Penjelasan lain

Selain itu, ada penjelasan lain mengapa orang lebih sering buang air di cuaca dingin.

Salah satu pendapat menyatakan bahwa aquaporin, protein yang memfasilitasi transportasi air melalui dinding sel kita, adalah penyebabnya.

Pada dasarnya, ketika kita terkena cuaca dingin, aquaporin terhambat di seluruh tubuh, sehingga air tidak dapat diserap oleh sel, sehingga meninggalkan lebih banyak air di dalam darah.

Sekali lagi, tubuh akan mencoba menyeimbangkan tekanan tersebut, menarik air dari darah dan menyimpannya di kandung kemih.

Dilansir dari Health Digest, preferensi minuman kita pun cenderung berubah selama cuaca dingin, beberapa di antaranya dapat memengaruhi seberapa banyak kita buang air kecil.

Daripada minum air putih, banyak yang beralih minum secangkir kopi hangat. Akibatnya kafein dapat mengiritasi kandung kemih dan meningkatkan aktivitasnya.

Selama musim dingin pula, tubuh masih perlu membuang limbah. Jika tidak melalui keringat, tubuh akan mencari cara lain yaitu melalui urine. Hal tersebut menjelaskan mengapa saat cuaca dingin kita lebih sering buang air kecil.

Editor: PARNA

Sumber: kompas.com