Cara menurunkan asam lambung penting untuk diketahui, apalagi oleh mereka yang kerap mengalami kondisi tersebut. Sebab, asam lambung yang tidak ditangani akan memunculkan gejala-gejala yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dikutip dari Cleveland Clinic, asam lambung adalah kondisi yang terjadi ketika cairan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi terbakar pada dada (heartburn) dan gejala lainnya. Asam lambung yang terjadi secara berulang dapat memicu asam lambung kronis atau yang dikenal juga dengan sebutan gastroesophageal reflux disease alias GERD.

Selain heartburn, asam lambung juga bisa memicu gejala lain seperti mual, nyeri pada dada, sakit tenggorokan, dan regurgitasi. Regurgitasi sendiri adalah kondisi ketika getah perut (gastric juice) dan makanan yang belum dicerna kembali ke kerongkongan dan masuk ke mulut.

Kondisi ini bisa ditangani sendiri di rumah, bahkan tanpa harus mengonsumsi obat-obatan. Bagi yang sering mengalami, berikut cara menurunkan asam lambung tanpa obat yang bisa dipraktikkan.

Cara Menurunkan Asam Lambung
1. Konsumsi lebih banyak makanan berserat
Serat adalah salah satu zat paling penting dalam menu diet yang seimbang. Selain membantu merasa kenyang lebih lama, serat juga dapat membantu memperlancar sistem pencernaan dan mengurangi gejala asam lambung.

Adapun makanan kaya serat yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi gejala asam lambung, seperti sereal gandum utuh, roti gandum, kentang panggang, kacang polong, brokoli, beras merah, dan masih banyak lagi.

2. Atur porsi makan
Salah satu penyebab asam lambung naik yaitu mengonsumsi terlalu banyak makanan dalam satu kali waktu makan. Pasalnya, makan yang terlalu banyak dapat membuat otot sfingter esofagus bawah menjadi lemah dan tidak dapat menutup secara sempurna.

Akibatnya, asam lambung bisa keluar dan naik ke kerongkongan.

Oleh karena itu, sebaiknya atur porsi makan agar tidak terlalu banyak dalam satu porsi. Jika biasanya makan tiga kali sehari, bisa dipecah menjadi lima atau enam porsi yang lebih kecil sehingga mencegah risiko terkena asam lambung.

3. Hindari makan sebelum tidur
Seseorang yang pernah mengalami asam lambung atau GERD tidak dianjurkan untuk makan sebelum waktu tidur. Tubuh membutuhkan waktu setidaknya 2 sampai 3 jam untuk mencerna makanan. Jika makan sebelum tidur, maka besar kemungkinan makanan yang belum selesai dicerna naik ke kerongkongan saat berbaring.

Bagi orang yang memiliki riwayat asam lambung atau GERD, usahakan untuk makan paling lambat 3 jam sebelum tidur.

4. Makan secara perlahan
Makan atau minum terlalu cepat dapat meningkatkan risiko asam lambung. Hal ini dikarenakan makan dan minum secara cepat bisa meningkatkan aliran balik asam lambung ke kerongkongan setelah makan. Inilah yang meningkatkan risiko penyakit asam lambung dan memunculkan gejala seperti nyeri ulu hati atau sesak napas saat makan.

Jika kebiasaan ini terus dilakukan, maka bisa menimbulkan komplikasi seperti penyempitan kerongkongan atau luka pada kerongkongan.

5. Hindari makanan pemicu asam lambung
Salah satu cara menurunkan asam lambung yang paling jelas adalah dengan menghindari makanan pemicu asam lambung itu sendiri. Ada banyak jenis makanan dan minuman yang bisa memicu asam lambung, misalnya makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, buah sitrus atau jeruk, minuman bersoda, kafein, dan lain sebagainya.

6. Berhenti merokok
Sudah bukan rahasia lagi kalau merokok bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah memicu asam lambung. Bahkan, asap dari perokok aktif yang tidak sengaja terhirup sudah bisa meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Dikutip dari Medical News Today, merokok dapat membuat otot katup atau sfingter esofagus menjadi lemah sehingga memungkinkan cairan asam lambung naik ke kerongkongan. Tak hanya itu, merokok juga dapat merangsang perut untuk memproduksi lebih banyak cairan asam lambung, sehingga risiko asam lambung naik menjadi semakin lebih tinggi.

7. Kenakan pakaian longgar
Pada beberapa kasus, asam lambung bisa disebabkan oleh kebiasaan mengenakan pakaian yang ketat. Pakaian yang ketat bisa membuat perut menjadi tertekan dan memungkinkan cairan asam lambung naik ke kerongkongan.

Karenanya, biasakan untuk mengenakan baju atau celana yang longgar, terutama di area perut sehingga tidak mengalami tekanan.

8. Tinggikan posisi kepala saat tidur atau berbaring
Meninggikan posisi kepala saat tidur atau berbaring terbukti dapat mencegah asam lambung naik. Dikutip dari laman Oesophageal and Gastric Cancer Support, meninggikan posisi kepala 15-20 cm dapat mencegah asam lambung naik saat berbaring.

Cara yang paling baik adalah dengan meletakkan penyangga di bawah bantal. Dengan demikian, asam lambung bisa dicegah tanpa mengganggu kenyamanan saat tidur.

Editor: PARNA

Sumber: detik.com