Jumlah korban tewas akibat perang antara milisi Hamas Palestina dengan Israel meningkat menjadi lebih dari 8.700 orang sejak pecah 7 Oktober lalu.

Pada Jumat (27/10/2023), Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qedra melaporkan, warga Palestina yang meninggal dunia imbas perang mencapai 7.326 jiwa. Dari total tersebut, sebanyak 3.038 di antaranya anak-anak.

“Jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza telah mencapai 7.326 orang, termasuk 3.038 anak-anak, 1.726 wanita, dan 414 orang lanjut usia,” kata al-Qedra, seperti dikutip Anadolu Ajansi, Jumat (27/10).

Al-Qedra juga melaporkan 18.484 warga Gaza mengalami luka-luka akibat perang.

Dia juga mencatat 41 pembantaian dalam beberapa jam terakhir, yang merenggut nyawa 298 orang.

“Sebagian besar dari mereka mengungsi ke Jalur Gaza selatan, yang menurut Israel aman,” ucapnya.

Lebih lanjut, al-Qedra juga mengaku menerima laporan 1.700 orang hilang, serta 940 anak-anak yang masih tertimbun reruntuhan.

Sekitar 104 petugas medis juga disebut tewas dan 25 ambulans tak lagi berfungsi karena serangan Israel.

“Pendudukan Israel dengan sengaja menargetkan 57 institusi kesehatan, dan membuat 12 rumah sakit serta 32 pusat perawatan primer tidak berfungsi, sebagai akibat dari penargetan maupun kegagalan dalam mendatangkan [bantuan] bahan bakar,” kata al-Qedra.

Sejak perang pecah, anak-anak menjadi korban tewas paling banyak akibat perang.

Salah satu lembaga swadaya masyarakat yang fokus isu anak-anak, Defense for Children International-Palestine (DCIP), menyatakan setiap 15 menit satu anak tewas imbas gempuran Israel di Gaza.

“Kami menyaksikan genosida setiap waktu,” kata juru bicara DCIP, dikutip dari Al Jazeera.

Editor: PARNA

Sumber: cnnindonesia.com