Rumah kediaman yang disebut milik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Kertanegara, Jakarta Selatan, tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru pada 20 Februari 2023.
Dilansir dari laman elhkpn.kpk.go.id, Firli mempunyai delapan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Bekasi dan Kota Bandar Lampung dengan nilai seluruhnya mencapai Rp10.443.500.000.

1. Tanah dan bangunan seluas 317 m2/184 m2 di Bekasi, hasil sendiri, Rp1.436.500.000.
2. Tanah seluas 300 m2 di Bandar Lampung, hasil sendiri, Rp412.500.000.
3. Tanah seluas 300 m2 di Bandar Lampung, hasil sendiri, Rp412.500.000.

4. Tanah seluas 300 m2 di Bandar Lampung, hasil sendiri, Rp412.500.000.
5. Tanah seluas 300 m2 di Bandar Lampung, hasil sendiri, Rp412.500.000.
6. Tanah dan bangunan seluas 250 m2/87 m2 di Bekasi, warisan, Rp2.400.000.000.

7. Tanah dan bangunan seluas 612 m2/342 m2 di Bekasi, hasil sendiri, Rp2.727.000.000.
8. Tanah dan bangunan seluas 120 m2/360 m2 di Bekasi, hasil sendiri, Rp2.230.000.000.

Total harta kekayaan yang dilaporkan tersebut Rp22.864.765.633.

Belum ada pernyataan dari Firli terkait penggeledahan rumah tersebut. Juru bicara KPK Ali Fikri saat dihubungi menyerahkan sepenuhnya ke penyidik Polri.

Termasuk soal rumah tersebut yang tidak tercantum di LHKPN Firli.

“Silakan tanyakan kepada pihak Polri,” kata Ali

Rumah kediaman Firli yang berada di Kertanegara, Jakarta Selatan dan Bekasi, Jawa Barat pada hari ini digeledah petugas kepolisian terkait penanganan kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK terhadap SYL.

Penyidik menggunakan Pasal 12 huruf e, Pasal 12 huruf B, dan atau Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Polisi secara maraton telah memeriksa 52 orang saksi sejak surat perintah penyidikan diterbitkan pada Senin, 9 Oktober 2023. Para saksi ini di antaranya SYL, Firli, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, tujuh pegawai KPK, ajudan Firli dan lainnya.

Editor: PARNA’

Sumber: cnnindonesia.com