Wali Kota Batam, Muhammad Rudi diwakili Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. memimpin rapat Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Triwulan III Tahun Anggaran 2023 di Aula Engku Hamidah, Selasa (24/10/2023).

Rapat yang diselenggarakan oleh Bagian Administrasi Pembangunan Setdako Batam ini diikuti pimpinan OPD, camat dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Rapat ini sangat perlu sebagai bentuk evaluasi anggaran di lingkungan Pemko Batam,” ujarnya didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Kota Batam, Firmansyah.

Rapat tersebut membahas terkait realisasi APBD Kota Batam Tahun 2023 baik dari segi belanja maupun pendapatan. Jefridin meminta agar OPD segera melaksanakan kegiatan agar pada akhir tahun seluruh kegiatan yang dianggarkan di APBD sudah terlaksana. Untuk itu kepada OPD agar segera merealisasikan belanja, dan kepada OPD penghasil agar mengoptimalkan pendapatan.

BACA JUGA:   Kasus Narkotika, Selebgram JAF Ditangkap Bareng DHS Setelah Bangun Tidur

“Segera diinventarisir OPD yang melaksanakan kegiatan fisik dan sudah sampai di mana pengerjaannya. Seperti Dinas Pendidikan, sudah sampai di mana realisasi proyek fisik apakah sudah ada progres, agar akhir tahun seluruh kegiatan fisik terealisasi,” paparnya.

Kepada OPD penghasil Jefridin meminta agar dapat mengoptimalkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak dan retribusi, sehingga PAD dapat tercapai sesuai yang ditargetkan. Adapun target PAD tahun 2023 sebesar Rp1,716.745.963.171,00,- hingga tri wulan III sudah terealisasi Rp1,246.576.923.656,32,- atau 72,61 persen. Ia memaparkan bahwa tahun 2023 Pemko Batam mendapat insentif fiskal atas tiga penghargaan yang berhasil diraih.

“Kita mendapatkan insentif fiskal atas tiga penghargaan yang berhasil diraih yakni kategori kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem, kategori kinerja penurunan stunting dan kategori kinerja percepatan belanja daeerah dengan total insentif fiskal yang diterima sebesar Rp18.099 miliar. Anggaran ini sudah dialokasikan ke Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam. Juga beberapa OPD lainnya terkait yang menangani kemiskinan dan stunting,” jelas Jefridin.

Editor: PARNA