Ilustrasi. (Foto: Twitter)

Dalam beberapa tahun belakangan, saat layanan seperti InstagramFacebookWhatsApp, dan sejenisnya down, para penggunanya pasti mengeluhkan hal tersebut di Twitter.

Ke depannya, mungkin Twitter bisa ikut down karena kebijakan efisiensi yang mau diterapkan oleh CEO barunya, Elon Musk, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (5/11/2022).

Baru-baru ini, Twitter memerintahkan timnya untuk mencari cara mengirit pengeluaran tahunan sebesar USD 1 miliar dari biaya infrastruktur. Hal ini diketahui dari sumber yang tak disebut namanya dan juga dari pesan di aplikasi Slack untuk karyawan Twitter.

Langkah Musk ini ditakutkan akan berdampak buruk pada layanan Twitter, yaitu layanannya bisa down saat trafiknya sedang tinggi, misalnya saat pemilu di AS.

Karena salah satu aspek yang bakal dikurangi pengeluarannya adalah biaya server dan layanan cloud. Pengiritannya pun tak tanggung-tanggung, mencapai USD 1,5 juta sampai USD 3 juta tiap harinya.

Ketakutan seperti ini bermunculan dalam pesan di Slack, yang menyebut pengiritan ini sebagai proyek “Deep Cuts Plan”.

Dengan menghitung semua pengeluaran dan pemasukan Twitter saat ini, mereka diperkirakan mengalami kerugian sebesar USD 3 juta setiap harinya. Hal ini berasal dari dokumen internal yang diterima oleh Reuters.

Selain mengirit biaya infrastruktur, Twitter juga mengirit pengeluarannya dengan mem-PHK banyak karyawannya. Jumlahnya diperkirakan mencapai 50% dari total karyawan Twitter.

Diberitakan sebelumnya, Twitter memastikan PHK itu dalam memo tertulis yang menyebut kepastian nasib karyawan akan ditentukan dalam email yang dikirimkan Twitter ke para karyawannya pada pukul 9 pagi PST atau pukul 11 malam waktu Indonesia.

Untuk karyawan yang tidak terkena PHK akan menerima email lewat email perusahaan. Sementara untuk karyawan yang terkena PHK, emailnya akan dikirimkan ke alamat email pribadi.

Dalam memo tersebut juga disebutkan kalau kantor Twitter akan ditutup sementara, dan semua akses ke kantor akan dimatikan. Hal ini menurut Twitter dilakukan untuk menjaga keamanan karyawan, sistem Twitter, dan data pengguna.

“Jika Anda sedang berada di kantor atau dalam perjalanan ke kantor, silakan kembali ke rumah,” tulis Twitter.

Editor: HER

Sumber: detiknews