Penembakan di Kanada, tiga orang tewas. (AP/DARRYL DYCK)

Sedikitnya tiga orang tewas dan dua lainnya luka-luka akibat insiden penembakan massal terjadi di kota dekat Vancouver, Kanada, pada Senin (25/7) waktu setempat.

Pelaku penembakan termasuk yang tewas dalam baku tembak dengan polisi usai menewaskan dua orang.

Biden Girang Membaik dari Infeksi Covid hingga Ahli soal Jet KF-21

Seperti dikutip dari AFP, pelaku penembakan dilaporkan mengincar para tunawisma, namun kebenarannya masih dikonfirmasi otoritas Kota Langley.

“Saya mengonfirmasi empat orang tertembak oleh terduga pelaku penembakan yang beraksi sendiri,” ujar Kepala Polisi Langley, Ghalib Bayani pada konferensi pers Senin (25/7), seperti dikutip dari AFP.

Bhayani mengatakan dua orang tewas, satu orang dalam kondisi kritis, dan satu orang lagi mengalami luka tembak di kaki.

Kepolisian saat ini terus menyelidiki untuk menelusuri identitas para korban dan pelaku penembakan dan mencari tahu keterkaitan antara korban dan pelaku.

“Saat ini kami masih harus memastikan siapa orang-orang ini dan belum bisa memastikan mereka tunawisma atau bukan,” tutur Bhayani.

Sejumlah warga Kota Langley sebelumnya mengunggah gambar di Tweeter mendapat peringatan dari kepolisian telah terjadi penembakan beberapa kali pada pukul 06.15 waktu setempat di kota kecil itu.

Rata-rata kejahatan senjata api di Kanada sendiri sebenarnya kurang dari tiga persen. Namun, angka itu naik hingga lima kali lipat sejak 2009.

Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengajukan kebijakan larangan pemilikan senjata api menyusul rentetan kasus penembakan di negara tetangga mereka, Amerika Serikat.

Kanada sendiri sebelumnya sudah melarang 1.500 jenis senapan serbu standar militer pada 2020, beberapa hari setelah kasus penembakan massal yang menewaskan 23 orang di Nova Scotia.

Editor: ARON
Sumber: cnnindonessia