Foto: iStock

Nasi dipandang buruk sebagai makanan penyebab berat badan naik. Karenanya sering dihindari pelaku diet, padahal nasi kaya akan nutrisi.
Nasi merupakan makanan pokok di lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia. Bahkan di Indonesia ada anggapan bahwa belum makan namanya kalau belum makan nasi.

Nasi memiliki banyak jenis, yang populer di Indonesia ada nasi putih, nasi merah dan nasi hitam. Namun sayangnya, nasi putih seringkali dipandang sebelah mata.

Banyak orang yang menghindari makan nasi karena takut berat badan jadi naik. Karena itulah banyak orang yang lebih memilih nasi merah ketimbang nasi putih atau tidak makan nasi sama sekali.

Nasi memang mengandung karbohidrat. Namun, karbohidrat tersebut belum tentu berbahaya. Sebab sejatinya, tubuh sangat membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi yang terpenting bagi otak dan otot tubuh.

Berikut ini alasan untuk tidak menghindari nasi:

1. Penuh dengan Nilai Gizi
Selain karbohidrat, nasi juga mengandung sedikit protein dan sedikit lemak. Foto: iStock
Nilai gizi bervariasi sesuai denganvarietasnya. Selain karbohidrat, nasi juga mengandung sedikit protein dan sedikit lemak.

Seperti nasi cokelat misalnya yang mengandung semua komponen biji-bijian. Seperti dedak berserat, kuman bergizi dan endosperm kaya karbohidrat.

Sementara nasi putih hanya ada endosperma saja. Karenanya jika dibandingkan, nasi cokelat memiliki jumlah serat, nutrisi dan antioksidan yang lebih banyak.

Baca Juga: Kenali Jenis Beras & Manfaatnya untuk Kesehatan, Mana Pilihan Anda?

2. Kandungan Lemak
Dalam 100 gram nasi cokelat dan nasi putih mengandung sekitar 200 kalori saat dimasak. Keduanya mengandung 44 gram karbohidrat.

Yang berbeda adalah kandungan proteinnya. Protein pada nasi cokelat sebanyak 5 gram, sementara pada nasi putih hanya 4 gram.

Begitu juga dengan kandungan serat pada nasi putih kurang dari satu gram, sedangkan nasi cokelat ada 4 gram serat. Untuk kandungan lemaknya, nasi putih mengandung 0,4 gram lemak dan nasi cokelat ada 1,7 gram lemak.

3. Bisa Menurunkan Berat Badan
Banyak orang yang mengganti nasi putih dengan nasi cokelat untuk menurunkan berat badan. Nasi cokelat bisa bermanfaat menurunkan berat badan meskipun kandungan karbohidratnya tinggi.

Namun, nasi cokelat juga tinggi serat karena dedak bagian luarnya yang utuh. Selain membantu pencernaan, serat juga membantu kamu merasa kenyang lebih lama.

Sementara itu, mengonsumsi nasi putih dalam jumlah besar telah dikaitkan dengan sindrom metabolik atau faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

4. Lebih Sehat Nasi Putih atau Nasi Cokelat?
Nasi cokelat memiliki profil nutrisi yang lebih baik daripada nasi putih. Jadi, sebaiknya dikonsumsi setidaknya 50% dari waktu sebagai pengganti nasi putih.

Namun, perhatikan juga soal ukuran dan porsi nasi. Nasi, khususnya nasi cokelat merupakan sumber yang kaya serat, antioksidan, mangan, selenium, zat besi, magnesium, tembaga dan vitamin B.

Secara khusus, serat dapat meningkatkan pencernaan dan kadar kolesterol dan membantu kamu kenyang lebih lama. Selain itu, penting untuk kesehatan jantung dan mencegah diabetes.

Kedua jenis nasi tersebut sama-sama sehat asalkan tidak berlebihan. Kamu bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh tubuh.

5. Tips Sehat Masak dan Makan Nasi
Tips memasak nasi terbaik adalah dengan mencuci beras sampai bersih Foto: iStock
Tips memasak nasi terbaik adalah dengan mencuci beras sampai bersih. Ada sejumlah besar pati ekstra dalam beras yang dapat dihilangkan dengan mencucinya.

Selain itu, agar lebih beraroma dan bisa jadi sehat juga, sebaiknya memasak nasi menggunakan kaldu ayam sebagai pengganti air.

Tips sehat makan nasi yang paling baik adalah mengkombinasikan dengan sayuran. Salah satunya seperti brokoli atau kembang kol untuk hidangan yang rendah kalori.

Selain sayuran, bisa juga menambahkan lauk-pauk yang kaya protein. Mulai dari ayam, labu, jamur, telur dan lainnya.

Editor: ARON
Sumber: detikfood