Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Indonesia Corruption Watch (ICW) angkat bicara terkait gugurnya sidang etik Lili Pintauli Siregar. ICW meminta Dewan Pengawas (Dewas) KPK menyerahkan dugaan pelanggaran etik Lili ke penegak hukum jika ada unsur dugaan penerimaan suap.

“Dewan Pengawas harus meneruskan bukti-bukti awal yang telah dimiliki kepada aparat penegak hukum jika ada dugaan kuat adanya gratifikasi yang dianggap suap,” ucap peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Senin (11/7/2022).

Kurnia menilai seharusnya Dewas KPK tetap melangsungkan sidang etik Lili. Sebab, kasus itu terjadi saat Lili masih menjadi pimpinan KPK, meski saat ini dia sudah bukan lagi bagian dari KPK.

“Dewan Pengawas seharusnya tetap melanjutkan proses sidang pelanggaran etik. Sebab, dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Lili terjadi saat dirinya menjabat sebagai pimpinan KPK,” ujarnya.

Selain itu, ICW menganggap Lili tidak memiliki iktikad baik untuk menghormati persidangan lantaran lebih memilih hadir di kegiatan ACWG G20 Bali saat sidang etiknya digelar. ICW menuding ada campur tangan Ketua KPK Firli Bahuri dalam hal tersebut.

“Lili tidak kooperatif dan tidak memiliki itikad baik untuk menghormati proses persidangan etik. Sebagaimana diketahui, Lili mangkir dari sidang pertama pada 5 Juli 2022 dengan alasan mengikuti agenda G20 di Bali. Padahal agenda tersebut itu dapat dihadiri oleh pimpinan KPK yang lain,” katanya.

“Pembiaran mangkirnya Lili tidak terlepas dari sikap Firli yang juga tidak menghormati sidang etik. Sebab, segala penugasan di KPK didasari pada arahan Ketua KPK,” lanjutnya.

ICW pun meminta Dewas KPK membatalkan penetapan sidang kemarin yang menyatakan kasus itu gugur. Dia berharap Dewas KPK melanjutkan sidang etik.

“ICW mendesak agar Dewan Pengawas membatalkan penetapan dan melanjutkan proses sidang etik terhadap Lili Pintauli Siregar,” kata Kurnia.

Dewas KPK Bicara Nasib Kasus Lili
Diketahui, Lili dilaporkan ke Dewas KPK dengan dugaan melanggar etik terkait penerimaan fasilitas nonton MotoGP Mandalika. Di sisi lain, ada indikasi urusan itu tidak hanya etik, tetapi juga pidana.

Bagaimana sikap Dewas KPK?

“Mengenai dugaan pidana, tentunya berdasarkan ketentuan UU itu bukan ranah Dewas, Dewas hanya mengadili perbuatan yang diduga melanggar kode etik dan kode perilaku itu berdasarkan UU Pasal 37B,” tegas Ketua Dewas KPK Tumpak H Panggabean dalam konferensi pers di kantornya, Senin (11/7).

Di tempat yang sama, anggota Dewas KPK Albertina Ho menyebutkan sidang etik untuk Lili dinyatakan gugur karena yang bersangkutan sudah mundur. Namun Albertina tidak menegaskan perkara itu nantinya akan diteruskan ke pihak berwenang lainnya apabila terindikasi adanya dugaan pelanggaran pidana.

“Mengenai yang lainnya terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan LPS. Yang lainnya tetap akan diproses Dewas, sepanjang yang lainnya memenuhi ketentuan sebagai Insan KPK. Jadi tetap akan dilanjutkan prosesnya sepanjang yang bersangkutan memenuhi syarat sebagai insan KPK, kalau bukan, tidak bisa kami proses,” ujar Albertina.

“Ini bukan kita hentikan pemeriksaan perkara, tapi gugur, tidak memenuhi syarat, gugur, lalu nggak dilanjutkan persidangan, kan nggak memenuhi insan syarat, karena gugur kita nggak lanjutkan sidang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tumpak memastikan Dewas KPK akan meneruskan kasus dugaan penerimaan Lili ini ke pimpinan KPK. Dia menyerahkan sepenuhnya ke pimpinan KPK.

“Tentunya petikan ini akan disampaikan ke pimpinan. Penetapan ini segera setelah ini kami akan sampaikan ke pemimpinan, apakah pimpinan menindaklanjuti seterusnya bukan wewenang kami,” katanya.

Respons Ketua KPK
Ketua KPK Firli Bahuri juga sudah bicara terkait sidang etik ini. Firli berterima kasih kepada Lili.

“Bahwa atas pengunduran ini, Bapak Presiden RI telah menyetujui dan menandatangani Keppres 71/P tahun 2022 tentang pemberhentian pimpinan KPK Ibu Lili Pintauli Siregar, terhitung per tanggal 11 Juli 2022,” ucap Firli dalam keterangannya.

“Kami juga sampaikan terima kasih kepada Ibu Lili Pintauli Siregar atas kerjanya selama menjabat sebagai pimpinan KPK,” imbuhnya.

Sidang Etik Gugur
Sebelumnya, Dewas KPK menyatakan Lili Pintauli Siregar tidak dapat diadili etik. Dewas beralasan Lili sudah mengundurkan diri.

“Menetapkan menyatakan gugur sidang etik dugaan pelanggaran kode etik atas nama terperiksa Lili Pintauli Siregar dan menghentikan penyelenggaraan etik,” ucap Tumpak H Panggabean selaku ketua majelis sidang etik, Senin (11/7).

Tumpak mengatakan surat pengunduran Lili sudah dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena itu, Dewas menilai Lili bukan lagi orang yang bisa disidang oleh Dewas.

Perihal penetapan sidang etik ini juga dikritik sejumlah pihak. Banyak yang menilai Dewas ingin melindungi pimpinan KPK, buntut putusan tersebut.

Salah satu anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris, merespons kritik tersebut. Haris enggan berkomentar dan menyerahkan penilaian tersebut sepenuhnya kepada publik.

“Tidak ada komentar. Biar saja publik memberi komentar,” kata Dewas KPK Syamsuddin Haris.

Editor: ARON
Sumber: detiknews