Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Tolimir

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengimbau masyarakat tidak sembarangan mengkonsumsi es batu yang biasa digunakan untuk minuman. Bila es batu tidak ditangani dengan baik, ada risiko malah bisa menimbulkan penyakit.

Hal pertama yang perlu dipastikan adalah air yang digunakan untuk es batu bersih dan matang. Ini karena membekukan air saja tidak cukup untuk membunuh bakteri.

“Pembekuan air mentah tidak dapat membunuh bakteri karena terdapat bakteri yang dapat bertahan hidup pada suhu beku. Pembekuan dapat menginaktivasi bakteri, namun pada saat cair bakteri dapat aktif kembali,” tulis BPOM lewat akun Instagramnya dan dilihat¬†detikcom¬†pada Sabtu (2/7/2022).

Perhatikan juga tempat atau wadah penyimpanan es batu. Penyimpanan yang baik menggunakan wadah bersih dan terpisah dari pangan beku lain, misalnya daging-dagingan, untuk mencegah kontaminasi silang.

Es batu yang terkontaminasi biasanya membawa penyakit akibat bakteri Escherichia coli, Vibrio cholera, dan Salmonella typhimurium. Bakteri-bakteri tersebut dapat menimbulkan gejala sakit perut, diare, mual dan muntah, hingga gagal ginjal.

“Jika mengkonsumsi es batu kemasan, pilih yang memiliki izin edar dari BPOM,” pungkasnya.

Editor: ARON

Sumber: detikhealth