Ilustrasi. Ada beberapa manfaat berpelukan setelah bercinta. (iStockphoto)

Seks tak cuma urusan foreplay dan intercourse, tetapi juga afterplay. Momen setelah bercinta juga perlu diperhatikan baik-baik.

Sebaiknya, Anda dan pasangan tidak langsung tidur setelah bercinta. Jangan lupa berpelukan!

Ada beberapa manfaat berpelukan setelah bercinta yang bisa Anda dapatkan. Jadi, jangan lewatkan sesi afterplay bersama pasangan.

Berpelukan setelah bercinta berarti lebih banyak waktu berdua, lebih banyak kontak fisik, obrolan (pillow talk), dan lebih ada keterlibatan emosi hingga komitmen.

Berpelukan itu personal. Hal inilah yang membedakan bercinta dengan hubungan seks kasual.

Manfaat Berpelukan Setelah Bercinta

Ada banyak yang diberikan pelukan usai bercinta. Berikut diantaranya.

1. Makin bahagia dengan pasangan

Semua pelukan melepaskan hormon oksitosin. Psikolog Elizabeth Lombardo mengatakan, hormon ini mampu meningkatkan kebahagiaan.

2. Cara memperlihatkan kasih sayang

Tak ada yang mampu menyaingi keintiman yang timbul dari pelukan usai bercinta. Meski tanpa kata-kata, pelukan sudah cukup bisa menyampaikan kasih sayang Anda buat pasangan.

“Komunikasi non-verbal dapat menjadi cara yang sangat kuat untuk mengatakan kepada pasangan bahwa ‘Aku mengerti’,” jelas David Klow, terapis pernikahan dan keluarga di Chicago, seperti dikutip dari Your Tango.

3. Tidur lebih nyenyak

Ilustrasi. Tidur nyenyak, manfaat berpelukan setelah bercinta. (iStockphoto/marchmeena29)

Aliran hormon oksitosin selama berpelukan akan membantu Anda tidur lebih cepat dan nyenyak. Seperti dikutip dari Longevity Live, riset menemukan bahwa hormon ini meredakan gangguan tidur, termasuk sleep apnea.

Sleep apnea merupakan kondisi henti napas dan berulang selama tidur. Anda akan menemukan gejala sleep apnea utamanya adalah mengorok.

4. Sarana ‘healing’

Jika menengok kembali pengalaman masa kecil, Anda tentu ingat bahwa pelukan ibu mampu meredakan rasa sakit luka akibat terjatuh. Tidur juga jadi lebih nyaman dan tenang saat ibu yang sudah mencium kening Anda.

Semua kenangan ini tertanam hingga dewasa. Hal ini membuat Anda menemukan bahwa sebuah pelukan mampu memulihkan dan meredakan rasa sakit. Ini semua berkat hormon oksitosin yang mendorong pemulihan (healing).

5. Menurunkan risiko penyakit jantung

Penyakit jantung bisa dicegah salah satunya dengan berpelukan. Banyak studi telah mengamini manfaat pelukan.

Riset yang diterbitkan di jurnal Biological Psychology menemukan, pelukan lebih sering dari pasangan membantu menurunkan tekanan darah. Hasilnya, tak hanya meningkatkan produksi oksitosin, pelukan juga dapat menurunkan tekanan darah.

6. Redakan stres

Stres memang sudah jadi bagian dari hidup. Meski tak bisa dihindari, tapi stres bisa dikelola. Salah satu cara terbaik mengelola dan meredakan stres adalah dengan berpelukan.

Saat berpelukan, hormon oksitosin meningkat dan akan menurunkan kadar hormon stres alias hormon kortisol.

7. Imun makin kuat

Lagi-lagi hormon oksitosin membawa manfaat lain berupa penguatan sistem imun. Saat Anda dan pasangan bahagia, penyakit pun menjauh.

8. Buka ‘ronde’ kedua

Pelukan bisa jadi pemicu untuk sesi ‘panas’ berikutnya. Renee Horowits, ahli ginekologi, mengatakan bahwa pelukan melepaskan hormon dopamin. Hormon ini akan mampu meningkatkan hasrat seks lagi dan lagi.

Akan tetapi, berikan jeda sebelum kembali terjun ke ‘medan perang’.

Editor: HER

Sumber: cnnindonesia