Ilustrasi logo Hino. F.Ist

Kementerian Transportasi Jepang akan mencabut sertifikasi empat mesin Hino Motors terkait kecurangan laporan data emisi yang dilakukan produsen kendaraan komersial ini.

Keputusan itu juga akan diterapkan pada kendaraan produksi Toyota Motor dan Isuzu Motor yang menggunakan mesin Hino tersebut.

Reuters pada Jumat (18/3/2022) menjelaskan pengumuman terkait hal ini akan dilakukan secara resmi pada 25 Maret.

Pada bulan ini Hino telah mengakui melakukan pemalsuan data emisi dan performa efisiensi bahan bakar pada tiga mesin. Mesin keempat dikatakan Hino belakangan diketahui performanya tidak sesuai laporan data kendati belum ditemukan bukti kesalahan.

Pernyataan itu membuat pemerintah Jepang melakukan investigasi khusus. Kementerian Transportasi Jepang diketahui menggerebek kantor Hino di Tokyo pada 7 Maret setelah pengakuan perusahaan.

Hino mengatakan ada 115 ribu unit kendaraan yang menggunakan mesin-mesin itu.

Hino bukan satu-satunya produsen Jepang yang melakukan penipuan semacam ini. Pada 2018 pemerintah Jepang mengatakan Mazda, Suzuki, dan Yamaha melakukan pengujian emisi dan efisiensi bahan bakar yang tidak sesuai aturan.

Pada 2017, Subaru dan Nissan masuk dalam radar karena alasan serupa.

Akurasi klaim produsen soal emisi dan efisiensi bahan bakar menjadi perhatian sejak kasus dieselgate yang dilakukan Volkswagen pada 2015.

Volkswagen mengakui sengaja memasang alat khusus yang membuat ratusan ribu mobil diesel di Amerika Serikat mengeluarkan emisi lebih rendah saat pengetesan. Setelah ditelusuri alat yang sama juga digunakan pada setidaknya 11 juta kendaraan di seluruh dunia.

Editor: Aron
Sumber: cnnindonesia