Foto: iStock

Memilih menu sarapan sebaiknya tak sekadar yang mengenyangkan, tapi juga yang bernutrisi. Ahli gizi mengungkap tujuh makanan ini sebaiknya tak dikonsumsi saat sarapan.

Memulai hari dengan sarapan bernutrisi tidak hanya mengenyangkan, tapi juga menyehatkan. Rutin sarapan terbukti bisa menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan meningkatkan fokus.

Bagi yang sedang menurunkan berat badan, rutin sarapan juga dianjurkan. Pasalnya penelitian yang dimuat dalam National Weight Control Registry mengungkap 78% orang yang bisa turun berat badan ternyata sarapan setiap hari.

Tak sekadar makan makanan yang mengenyangkan, saat sarapan dianjurkan memilih makanan bernutrisi. Hal ini agar kamu mendapat manfaat sehat maksimal.

Ada 7 makanan yang disarankan ahli gizi tidak dikonsumsi saat sarapan:

1. Sereal
Sereal jadi menu sarapan populer di berbagai negara, namun kebanyakan sereal yang beredar di pasaran tinggi kandungan gula. Hal ini memicu rasa lapar dengan cepat nantinya. “Kebanyakan produk sereal kemasan dibuat dengan tepung olahan, yang berarti mereka rendah serat,” kata ahli gizi Kelli McGrane.

Selain itu, sereal juga rendah protein. McGrane mengingatkan agar orang-orang tidak tergoda klaim produsen sereal soal sereal yang terbuat dari gandum utuh. Sering kali gandum utuh yang dimaksud hanya terkandung sedikit saja.

2. Sosis
Sarapan di hotel, biasanya ada menu sosis. Terlihat nikmat memang, namun sebaiknya kamu tidak memilih menu ini. “Sosis dibuat dari daging cincang, lemak, rempah, perasa, dan bahan pengikat alami yang cenderung tinggi sodium, lemak jenuh dan kalori,” jelas ahli gizi Roxana Ehsani.

Sosis tergolong daging olahan dimana jika dikonsumsi berlebih bisa meningkatkan risiko penyakit kronis dan kanker. Alih-alih makan sosis untuk dapat asupan protein di pagi hari, kamu bisa mencari sumber protein yang lebih sehat seperti telur, Greek yogurt, atau selai kacang alami.

3. Roti putih
Roti putih memang enak dan mengenyangkan untuk dikonsumsi di pagi hari, apalagi kalau ditambahkan isian. Namun waspadai konsumsi roti putih karena makanan ini terbuat dari tepung olahan yang bisa mengakibatkan lonjakan gula darah dalam waktu singkat.

Kalau mau makan roti, pastikan memilih roti gandum yang benar-benar dibuat dari gandum utuh dan alami. Kemudian tambahkan dengan topping protein dan lemak sehat seperti telur, selai kacang, atau alpukat tumbuk.

4. Minuman kopi dengan perasa
Kopi dengan gula dan perasa tambahan jadi salah satu menu yang sebaiknya tak dikonsumsi saat sarapan karena tinggi gula Foto: Getty Images/Xesai
Kopi bagus diminum rutin, termasuk saat sarapan. Pilih kopi hitam saja tanpa gula untuk mendapat manfaat maksimal. Hindari konsumsi kopi kemasan atau kopi dengan perasa karena kandungan gula dan kalorinya amat tinggi.

“Minum kopi dengan perasa setiap hari bisa membuat kamu merasa gelisah karena ‘ledakan’ gula yang terjadi di dalam tubuh,” kata ahli gizi Maggie Michalczyk.

Apa lagi ya makanan yang sebaiknya tak dikonsumsi saat sarapan? Intip halaman selanjutnya.

5. Jus buah
Jus buah juga termasuk menu yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat sarapan. “Walaupun kamu ingin mendapat asupan vitamin C, mengonsumsi jus bukan pilihan tepat. Ketika kamu bikin jus buah, kamu menyingkirkan semua kandungan serat, namun masih mendapatkan semua kandungan gula dan kalori,” jelas Amy Shapiro. Bukan tidak mungkin, konsumsi jus buah rutin memicu kenaikan berat badan.

Ia mengatakan konsumsi buah utuh lebih bagus untuk kesehatan. Buah utuh mengandung serat yang bisa memperlancar pencernaan sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

6. Yogurt bebas lemak
Jangan tergoda klaim yogurt bebas lemak karena bisa jadi tinggi gula Foto: iStock
Di pasaran muncul produk yogurt kemasan yang diklaim bebas lemak, namun jangan buru-buru tergiur karena untuk mengurangi kandungan lemak, produsen menambahkan lebih banyak gula. Dampaknya, konsumsi jenis yogurt ini bisa menambah asupan gula harianmu.

McGrane menyarankan konsumsi Greek yogurt yang alami, tanpa gula atau perasa dan minim pengawet. Jenis yogurt ini tinggi protein dan kalsium yang bermanfaat untuk kesehatan.

7. Muffin
Selain roti, tak sedikit orang yang memilih s dengan muffin. Meski pastry ini terasa enak, hindari sarapan dengan muffin. McGrane menyebut muffin tak ubahnya cupcake tanpa frosting. Muffin yang dijual di banyak coffee shop atau supermarket cenderung tinggi kalori, lemak jenuh, dan gula.

Muffin juga tergolong makanan rendah protein. Memakannya di pagi hari tidak akan membuat rasa kenyangmu bertahan lama.

Editor: Aron
Sumber: detikfood