Selain membuat makanan jadi terlalu asin, pemakaian garam secara berlebihan juga terkait dengan sejumlah masalah kesehatan. (iStockphoto/Detry26)

Garam menjadi salah satu bumbu untuk menambah cita rasa pada masakan. Saat memasak dan lupa memasukkan garam, makanan bisa terasa hambar dan mungkin kurang lezat.
Kendati demikian, pemakaian banyak garam pada masakan tidak dianjurkan. Mengapa?

Selain membuat makanan jadi terlalu asin, pemakaian garam secara berlebihan juga terkait dengan sejumlah masalah kesehatan.

Terlalu banyak asupan garam bisa memicu risiko hipertensi atau tekanan darah menjadi tinggi, stroke, serta gagal jantung. Untuk itu, ahli menyarankan agar menggunakan sedikit garam pada masakan.

Sebuah studi tentang penggunaan pengganti garam yang melibatkan hampir 21 ribu orang di China berusia di atas 60 tahun atau memiliki tekanan darah tinggi yang tidak dikelola dengan baik menemukan, mengurangi asupan garam bisa menekan risiko terkena berbagai penyakit.

Para peneliti membagi objek ke dalam beberapa kelompok. Beberapa menggunakan pengganti garam, sementara yang lain menggunakan garam biasa, atau natrium klorida dalam makanan yang dimasak.

Hasilnya, risiko stroke, kejadian kardiovaskular utama, dan kematian berkurang pada mereka yang menggunakan pengganti garam.

Presiden American Heart Association Donald Lloyd-Jones mengatakan kepada Healthline, penelitian ini bisa menjadi terobosan untuk menyusun peta terhadap konsumsi natrium atau garam dengan kesehatan.

Garam dan sistem kekebalan tubuh
Sebagaimana dilansir Times Of India, asupan tinggi garam tidak hanya meningkatkan tekanan darah dan risiko serangan jantung, stroke, tapi juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Sebuah penelitian yang dilakukan University Hospital Bonn dan diterbitkan dalam jurnal The Science Translational Medicine menemukan, asupan tinggi garam menyebabkan infeksi bakteri yang lebih parah.

Para sukarelawan dalam penelitian ini mengonsumsi tambahan enam gram garam per hari dan menunjukkan penurunan sistem imun tubuh.

Setelah mengetahui hal tersebut, ini merupakan waktu yang tepat mengurangi asupan garam apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai. Sebab, asupan garam yang tinggi bisa melemahkan imun tubuh yang berarti tubuh Anda lebih rentan terpapar virus.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi asupan garam di tubuh Anda.

1. Taburkan sedikit garam di bagian akhir proses memasak
2. Hindari menambah garam ke dalam salad
3. Hindari menambahkan terlalu banyak saus ke makanan karena mengandung banyak garam
4. Hindari menambahkan garam pada segala makanan Anda suka

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah merekomendasikan jumlah maksimum lima gram garam sehari, yang setara dengan satu sendok teh.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan alternatif lain pengganti garam, misalnya menggunakan rempah-rempah tertentu yang dipadukan hingga menghasilkan rasa asin yang lebih sehat.

Seperti kulit lemon, lada hitam, bawang merah kering, bubuk bawang merah, paprika asap, minyak truffle, ragi nutrisi, sage, atau bahkan cuka sari apel untuk membuat makanan lebih beraroma.

Editor: ARON
Sumber: cnnindonesia