Walikota Batam Muhammad Rudi.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengeluarkan larangan dalam perayaan Tahun Baru 2022, yang dapat berpotensi menimbulkan keramaian.

Hal ini termasuk pertunjukan seni budaya dan olahraga yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19, dan wajib dilakukan tanpa penonton.

Selanjutnya, kegiatan yang bukan perayaan Natal dan Tahun Baru dan menimbulkan kerumunan dilakukan dengan protokol kesehatan serta dihadiri tidak lebih dari 50 (lima puluh) orang.

“Selama periode Natal dan Tahun Baru alun-alun Engku Putri dan objek wisata milik pemerintah ditutup untuk umum,” kata Rudi, Kamis (23/12/2021)

Rudi menegaskan aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 49 Tahun 2021, tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat Nataru 2022 di Kota Batam.

Selain itu, tempat-tempat yang berpotensi terjadinya kerumunan paling banyak 75 persen dari kapasitas, diantaranya tempat perbelanjaan dan tempat wisata lokal.

“Pembatasan kegiatan masyarakat pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022,” tegasnya.

Pedagang kaki lima di pusat keramaian tetap diperkenankan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Jajaran Pemerintah Kota Batam bersama TNI-POLRI dan Organisasi Perangkat Daerah Kota Batam terkait termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Satuan Periindungan Masyarakat (Satlinmas) serta Dinas Pemadam Kebakaran akan melakukan pengawasan terkait pelaksanaan Surat Edaran Walikota ini.

Hal itu dilakukan untuk mencegah dan mengatasi aktifitas pubiik yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Mencegah dan mengatasi aktifitas berkumpul kerumunan massa di tempat fasilitas umum, fasiitas hiburan (Pusat Perbelanjaan dan Restoran), tempat wisata, fasilitas ibadah, selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kemudian, melaksanaan kegiatan ibadah dan penngatan Han Raya Natal Tahun 2021 berpedoman pada ketentuan Kementerian Agama RI.

Khusus untuk pelaksanaan perayaan Tahun Baru 2022 dan tempat Pusat Perbelanjaan/Mall Perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin dilakukan masing-masing bersama keluarga.

Menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.

Pawai dan parade atau arak-arakan tahun baru, acara old and new year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan ditiadakan

Rudi juga menegaskan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exif) dan Mall/Pusat Perbelanaan serta hanya pengunyung dengan kategon hyau yang diperkenankan masuk. Meniadakan event perayaan Nataru di Pusat Perbelanjaan dan Mall, kecuali pameran UMKM

Ia menambahkan jam operasional pusat perbelanjaan dan Mall menjadi 09.00 WIB hingga 22.00 WIB untuk mencegah kerumunan pada jam tertentu dan melakukan pembatasan.

Jumlah pengunjung tidak melebihi 75 persen dari kapasitas total serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Kegiatan makan dan minum di dalam Pusat Perbelanjaan atau mall dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 75 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Editor: WIL